Berita Korporasi

ERAA: Pasukan Jamet Naksir Erajaya, Tapi Kok…

Bro, denger-denger nih, saham ERAA alias Erajaya Swasembada lagi jadi omongan. Gimana nggak? Angka laba bersih mereka di paruh pertama 2026 ini lumayan bikin mata melek, Rp784 M. Ini kan naik 38% dari tahun lalu. Udah gitu, ini nyentuh hampir 59% dari target analis buat setahun penuh. Mantap, kan? Kalo liat rata-rata tiga tahun terakhir, biasanya cuma sekitar 51% aja. Jadi, sekilas, kok kayaknya oke banget.

Dibalik Angka Gemilang, Ada Apa di Kuartal Kedua?

Tapi, tunggu dulu, cuy. Kalo lu perhatiin lebih detail, ada yang bikin mikir di kuartal kedua 2026 kemarin. Laba bersih mereka cuma Rp331 M. Ini malah turun 9% dibanding tahun lalu, dan parahnya, anjlok 27% dari kuartal sebelumnya. Lho, kok bisa gitu? Padahal di paruh pertama tahun ini kan keliatannya gas banget. Ternyata, itu gara-gara di kuartal pertama banyak banget pemasukan dari pos ‘others’, sekitar Rp337 M. Nah, di kuartal kedua, pos ini cuma nyumbang Rp96 M. Jauh banget, bro.

Kenapa Laba Bersih ERAA Nggak Ngegas di 2Q26?

Ada beberapa biang keroknya nih yang bikin laba bersih di kuartal kedua rada melambat. Bukan berarti jelek banget, tapi ya nggak se-kinclong kuartal sebelumnya.

Ekspansi Gila-gilaan dan Erablue Ikut Nimbrung

Salah satu alasannya, mereka lagi gencar banget ekspansi. Bayangin, di kuartal kedua aja ada nambah 102 gerai baru. Nah, ini bikin biaya operasional (opex) mereka naik 17% dari tahun lalu. Wajar sih, buka toko kan butuh modal dan biaya operasional. Terus, ada juga porsi kepemilikan minoritas (minority interest) yang naik drastis jadi Rp45 M, melonjak 58% YoY. Ini gara-gara Erablue yang udah mulai dikonsolidasiin sejak kuartal pertama. Minority interest ini sendiri nyumbang hampir setengah dari penurunan laba bersih kita.

Pendapatan Tetep Naik, Tapi Ponsel Lagi Kurang Greget

Kalo soal pendapatan, di kuartal kedua sebenernya masih naik 7% dari tahun lalu. Cuma emang rada melambat aja. Ini karena tahun lalu di kuartal yang sama, ada peluncuran iPhone 16 yang bikin penjualan ponsel melesat. Jadi, high-base gitu ceritanya. Makanya, segmen ‘cellular phones & tablets’ mereka malah kontraksi 4% YoY. Tapi untungnya, segmen non-ponsel mereka yang lain tetep ngegas, jadi total pendapatan masih ketolong.

SSSG (Same Store Sales Growth) mereka juga di kuartal kedua ini minus 15,1% YoY. Lumayan bikin kaget, kan? Tapi kalo diliat setahun penuh di 1H26, SSSG-nya masih positif 4,1% YoY. Bahkan, beberapa merek kayak ERAL SSSG-nya masih stabil di -0,7% YoY, dan Erablue malah positif 10,5% YoY di Juni 2026. Berarti, emang ponselnya aja yang lagi apes.

Meski begitu, margin laba kotor mereka justru naik ke 11,8% di 2Q26, naik 44 bps dari tahun lalu. Ini karena margin segmen non-ponsel mereka membaik dan porsi penjualannya makin gede. Sementara margin segmen ponselnya sendiri relatif stabil di 9,5%.

Jadi, Gimana Nasib ERAA Ini?

Intinya gini, ERAA ini di paruh pertama tahun ini emang secara total keliatan bagus banget, laba bersih naik signifikan. Tapi, di kuartal kedua, ada beberapa hal yang bikin laba bersihnya agak ketahan, terutama karena biaya ekspansi dan porsi Erablue, ditambah penjualan ponsel yang melambat setelah booming di tahun sebelumnya. Untungnya, segmen non-ponsel mereka mulai nunjukkin taringnya. Jadi, kalo lu liat saham ini, kudu jeli, bro. Jangan cuma liat angka gede di awal, tapi kudu paham juga detilnya.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x