Update Saham PGEO: Target Produksi 2026 Aman, tapi Lahendong Mau Diservis
Buat lu pada yang pegang saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau yang biasa dipantau lewat PGEO, ada kabar terbaru nih dari lantai bursa. Manajemen baru aja beberin rencana bisnis mereka pas earnings call hari Senin kemarin. Pokoknya banyak info penting yang wajib lu tahu biar nggak ketinggalan berita.
Target Produksi 2026 Dipatok Ngebut
Buat urusan angka, manajemen keliatannya nggak main-main. Mereka mantap ngejaga target produksi tahun 2026 di angka 5.255 GWh. Angka ini naik sekitar 3 persen kalau dibandingin secara tahunan alias YoY. Hebatnya lagi, separuh lebih dari target itu udah kejadian alias tercapai 52 persen selama paruh pertama tahun ini. Jadi secara on track, bisnis mereka masih jalan mulus.
Kendala Produksi di Lahendong
Tapi jangan senang dulu, bro. Ada sedikit batu sandungan buat wilayah kerja Lahendong. Produksi di sana diprediksi bakal ngalamin penurunan sekitar 7 persen YoY sepanjang tahun 2026 nanti. Penyebabnya klasik tapi krusial, yaitu jadwal maintenance alias perawatan rutin mesin. Namanya juga barang operasional, mesti diservis biar nggak ngadat di tengah jalan.
Proyek Baru dan Ekspansi Listrik PLN
Biar ketutup penurunan di Lahendong, manajemen PGEO nggak tinggal diam. Mereka lagi ngejar target buat teken perjanjian penjualan listrik sebesar 45 MW bareng PLN Indonesia Power. Proyek ini nyasar wilayah Ulubelu dan Lahendong. Nggak cuma itu, negosiasi buat Lahendong Unit 7 dan 8 juga bakal dikebut pada paruh kedua tahun 2026 ini. Sementara buat proyek terdekat yang bakal komersial alias COD, ada Ulubelu yang dijadwalkan meluncur tahun 2027.
Intinya, fundamental PGEO masih keliatan menarik buat jangka panjang. Buat lu yang mau masuk atau malah mau nambah muatan, rajin-rajin aja pantau pergerakan harganya. Jangan lupa tetep pasang stop loss biar duit lu aman dari banting-bantingan pasar.

