Berita Korporasi

Kinerja Saham ADMR Paruh Pertama 2026 Solid Didorong Batubara

Lu pada yang ngikutin saham emiten energi pasti penasaran sama kabar terbaru dari PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk atau yang punya kode ADMR. Perusahaan ini baru aja ngeluarin laporan keuangan untuk periode yang berakhir Juni 2026. Hasilnya ternyata cukup solid dan sejalan sama perkiraan banyak orang.

Laba Bersih ADMR Tembus US 174 Juta Dolar

Sepanjang paruh pertama tahun 2026 atau 1H26, ADMR sukses ngebukukan laba bersih sebesar US 174 juta dolar. Angka ini nunjukin pertumbuhan positif sekitar 24 persen kalau dibandingin sama periode yang sama tahun lalu. Kalau dihitung, perolehan ini udah memenuhi sekitar 39 persen dari estimasi penuh tahun 2026.

Khusus buat kuartal kedua alias 2Q26, laba bersih ada di angka US 86 juta dolar. Angka ini relatif stabil karena cuma turun tipis satu persen secara kuartalan tapi naik 15 persen secara tahunan. Kenaikan laba usaha sebenarnya lumayan gede, tapi agak tertahan sama beban keuangan bersih yang naik jadi US 22 juta dolar akibat sewa pembangkit listrik untuk smelter aluminium.

Pendapatan Ditopang Bisnis Coking Coal

Bisnis utama ADMR sejauh ini masih dipegang sama batu bara jenis coking coal. Pendapatan kumulatif selama setengah tahun pertama melejit sampai US 584 juta dolar atau naik 32 persen secara tahunan.

Lonjakan pendapatan ini disokong sama dua hal penting:

  • Harga jual rata-rata atau ASP coking coal naik ke level US 186 per ton atau tumbuh 21 persen.
  • Volume penjualan ikut terkerek naik ke angka 3,13 juta ton atau tumbuh 9 persen.

Hebatnya lagi, segmen aluminium dari proyek PT Kalimantan Aluminium Industry belum nyumbang pendapatan sama sekali selama paruh pertama ini. Artinya, performa ADMR sekarang murni ditopang dari bisnis batu baranya.

Prospek Smelter Aluminium Bikin Penasaran

Buat prospek ke depan, manajemen ADMR pasang target ambisius buat penjualan ingot aluminium sampai 350 ribu ton sepanjang tahun 2026. Angka ini bahkan lebih tinggi dari estimasi produksi yang ada di pasar.

Sampai akhir Juni 2026, pabrik mereka udah nyimpen persediaan aluminium senilai US 320 juta dolar. Dua kargo pengiriman pertama juga udah resmi berlayar pada Juni lalu. Kalau proyek smelter ini nanti udah full beroperasi dan jualan, cuan ADMR bakal makin ngeri lagi. Jadi, lu mending pantau terus pergerakan sahamnya di pasar.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x