Nasib Saham CPIN Habis Didepak MSCI, Masih Cuan Apa Malah Buntung
Lu pasti udah tau kalau saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk alias CPIN sekarang harganya lagi didiskon abis-abisan. Penyebabnya nggak lain karena MSCI resmi nurunin kasta saham ini dari Global Standard turun ke Small Caps, bahkan sampai didepak. Tapi di balik drama penurunan ini, kinerja keuangan mereka sebenarnya masih ngebut. Jadi, seberapa menarik sih saham CPIN buat kita serok sekarang?
Berapa Lama Saham Turun Kasta MSCI Bisa Rebound
Buat ngelihat potensi cuan dari saham yang kena depak MSCI, gw coba bedah data dari tiga tahun kebelakang alias sejak 2023. Catatannya ada sekitar 18 saham Indonesia yang mental dari indeks MSCI Global Standard. Tapi ada beberapa saham yang sengaja gw skip karena pergerakannya nggak apple to apple sama CPIN.
Saham-saham yang gw skip antara lain BREN, DSSA, AMMN, CUAN, TPIA, ARTO, sampe GOTO. Alasannya simpel, mereka nongkrong di MSCI sebentar doang. Contohnya DSSA sama BREN kena masalah konsentrasi kepemilikan, sementara TPIA gerakannya terlalu liar karena bawa-bawa nama Prajogo Pangestu.
Hasil analisa gw nunjukin kalau saham yang turun kasta atau didepak dari MSCI rata-rata punya kans buat rebound dalam rentang waktu 4 sampe 12 bulan. Saham kaya ICBP sama KLBF juga masuk hitungan, tapi periode 12 bulannya baru bakalan kelar di November 2026 nanti. Nah, kalau buat CPIN, masa 12 bulannya baru bakal tuntas di akhir Agustus 2027.
Kinerja Keuangan CPIN Masih Ngeri, Penjualan Ngebut
Kalau lu ngintip laporan keuangan CPIN, sebenernya nggak ada alasan buat panik berlebihan. Semester I 2026 kemarin, mereka sukses nyetak laba bersih Rp3,71 triliun alias meroket 94,7 persen. Gokil kan.
Lonjakan laba ini gara-gara mereka jago banget nekan efisiensi. Laba kotor aja tembus angka Rp6,95 triliun atau naik 47,1 persen, sementara laba usaha melesat 74,2 persen jadi Rp4,64 triliun. Padahal kalau ditilik dari sisi penjualan, naiknya cuma sekitar 19,2 persen ke angka Rp39,42 triliun.
Segmen pakan ternak jadi bintang lapangan dengan pendapatan yang terbang 46 persen ke Rp13,38 triliun. Disusul sama penjualan days old chick atau DOC yang naik 71,5 persen jadi Rp2,28 triliun. Sektor ayam pedaging juga nggak mau kalah dengan menyumbang Rp17,43 triliun. Uniknya, pembeli mereka bener-bener tersebar luas dan nggak ada satupun yang mendominasi sampai lebih dari 10 persen.
Manajemen pasang target moderat buat tahun 2026 dengan pertumbuhan penjualan dan laba sekitar 5 persen. Tapi kalau diliat dari pencapaian paruh pertama tahun ini aja, udah jelas kalau kinerja CPIN bakal ngelewati target yang dipasang manajemen.
Tantangan El Nino dan Ujian Buat Saham CPIN
Di balik laporan keuangan yang hijau royo-royo, lu tetep harus waspada sama satu musuh utama sektor ini, yaitu El Nino. Cuaca panas ekstrem bikin pasokan jagung terganggu karena kekeringan. Kalau jagung langka, harganya otomatis naik, bikin biaya produksi pakan membengkak dan margin keuntungan tertekan.
Paruh pertama tahun ini aja, biaya bahan baku CPIN udah naik 14,8 persen jadi Rp27,22 triliun. Untungnya, kenaikan itu masih ketutup sama pendapatan mereka yang tumbuh lebih tinggi.
Buat yang ngeri kalau El Nino bakal bikin hancur, lu bisa berkaca pada kejadian tahun 2015 sampe 2016. Waktu itu kinerja CPIN ternyata kebal dan laba bersihnya malah naik 21,4 persen. Pola serupa kejadian lagi pas periode 2023 sampai 2024. Walaupun badai El Nino datang, laba bersih CPIN malah nanjak 60,1 persen jadi Rp3,71 triliun berkat kelihaian mereka ngatur biaya produksi dan kerja sama bareng BISI buat nyaplok jagung langsung dari petani.
Kenapa Harga Sahamnya Sering Drop
Meskipun kinerja keuangannya tahan banting, fakta di lapangan nunjukin kalau harga saham CPIN justru sering loyo waktu musim El Nino. Pada tahun 2015, harga sahamnya nyungsep 31,6 persen dengan penurunan maksimal sampai 65 persen, sebelum akhirnya rebound 18,2 persen di tahun 2016.
Hal yang sama terulang pas periode 2023-2024. Harga sahamnya sempat minus 11,5 persen di 2023 dan lanjut turun tipis 5,3 persen di tahun berikutnya. Risiko lain yang perlu lu pantau adalah kelanjutan program pemerintah seperti MBG. Kalau ada kendala di program ini, permintaan produk unggas bisa kena imbas normalisasinya.
Kesimpulannya, buat lu yang hobi nyari saham diskon dengan fundamental tebal dan pertumbuhan bisnis yang agresif, saham CPIN sekarang lagi berada di harga obral yang menarik buat dipantau lebih dekat.

