Sungai Barito Surut, Saham Batu Bara Mau Kemana
Lu pada yang pegang saham emiten batu bara di Kalimantan Tengah mendingan siap-siap pasang mata deh. Pasalnya, jalur distribusi lagi kena masalah serius gara-gara Sungai Barito mengalami penyusutan parah akibat El Nino. Situasi ini bikin aliran pasokan batu bara kalori menengah sampai tinggi jadi tersendat, bahkan beberapa produsen udah terpaksa declare force majeure.
Kapasitas Tongkang Dipangkas Sampai Setengahnya
Masalah utamanya ada di kedalaman sungai yang sekarang anjlok ke kisaran 3 sampai 4 meter doang. Otomatis, kapal tongkang nggak bisa muat banyak kayak biasanya. Kalau tadinya sekali jalan bisa angkut 7.500 sampai 10.000 ton, sekarang kapasitasnya dipangkas drastis jadi cuma 3.000 sampai 4.000 ton aja.
Dampak langsungnya jelas bikin biaya pengiriman bengkak gila-gilaan sampai dua kali lipat. Belum lagi urusan pasokan bahan bakar buat operasional tambang juga ikut terhambat. Mau nggak mau, sebagian produsen harus putar otak pakai jalur darat yang biayanya jauh lebih mahal dibanding lewat sungai.
Double Kill Buat Emiten Batu Bara
Kondisi logistik yang berantakan ini makin parah karena timing-nya pas banget sama masalah regulasi. Pasokan dari Indonesia sendiri udah tersendat gara-gara keterlambatan persetujuan kuota RKAB tambahan buat tahun 2026, setelah sebelumnya banyak yang kena potong kuota di awal tahun.
Akibat ketidakpastian yang makin menjadi-jadi ini, para produsen jadi malas buat negosiasi kontrak jangka panjang untuk tahun 2027. Buat lu para trader, situasi kayak gini pastinya bikin pergerakan saham sektor energi bakal makin volatile. Tetap pantau berita terbaru biar nggak salah langkah pas ambil keputusan beli atau jual.
