MORA Tarik Utang Jumbo ke BBCA Buat Ngebut Bangun Homepass
Gila emang si MORA, nggak ada matinya kalau urusan ekspansi. PT Ekamas Mora Republik Tbk atau yang punya kode saham MORA ini baru aja bikin langkah besar. Mereka resmi nambah utang alias fasilitas kredit investasi dari PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA dengan angka yang nggak main-main, tembus Rp4 triliun!
Buat lo yang pegang sahamnya, duit segede gaban itu setara sama 50,54 persen dari total ekuitas MORA per akhir Desember 2025 kemaren. Perjanjiannya udah ditandatanganin tanggal 31 Agustus 2026. Jangka waktunya juga lumayan panjang, yaitu 7 tahun dan udah dikasih nafas alias grace period selama maksimal 1 tahun.
Mau Dibikin Apa Duit Rp4 Triliun?
Tenang, duit pinjaman dari bank biru ini nggak bakal dipake buat foya-foya atau trading crypto. Berdasarkan info yang gw dapet, capex alias belanja modal ini bakal difokuskan buat ngebut bangun homepass.
Penggunaan dana utang ini jelas banget buat:
- Pembangunan infrastruktur homepass seluas-luasnya
- Pengadaan customer premises equipment
- Sarana pendukung operasional jaringan
Tapi perlu dicatat, management MORA negesin kalau duit pinjaman ini sama sekali nggak bakal dipake buat layanan fixed wireless access atau FWA. Jadi, fokusnya emang murni buat nguatin jaringan kabel ke rumah-rumah warga.
Analisis Santai Buat Investor
Langkah MORA narik utang jumbo ini nunjukkin kalau mereka bener-bener serius mau mendominasi pasar internet rumah. Capex besar-besaran artinya mereka lagi ngejar pertumbuhan jangka panjang. Kalau pembangunan homepass ini lancar dan pelanggannya nambah banyak, otomatis pendapatan emiten telekomunikasi ini bakal ikut terkerek naik.
Di sisi lain, beban utang yang nambah juga jadi PR tersendiri buat manajemen. Untungnya ada masa tenggang atau grace period selama setahun, jadi MORA punya waktu buat muterin duitnya dulu sebelum cicilan pokoknya mulai ngefek ke arus kas. Buat lo yang nyangkut atau lagi ngincer saham MORA, pantengin terus gimana eksekusi proyek homepass ini dalam beberapa kuartal ke depan. Jangan sampai salah langkah!

