Inspirasi Investasi

Heboh Isu Dividen BBRI Mau Dipangkas, Holder Jangan Panik Dulu

Ramai banget soal kabar riset dari Pluang yang bilang kalau dividend payout ratio PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk alias BBRI bakal diturunkan secara bertahap. Nggak tanggung-tanggung, rasionya disebut-sebut bisa turun sampai 60 persen, jauh banget dari 92 persen pada tahun buku 2025. Sontak aja berita ini bikin para holder garis keras BBRI pada ketar-ketir, soalnya kan banyak yang ngincer dividen jumbo dari emiten pelat merah ini.

Fakta di Balik Isu Pemangkasan Dividen BBRI

Kalau lu telusuri, narasi itu awalnya muncul dari ulasan Investor.id yang ngebahas riset bikinan Jason Gozali selaku Head of Research Pluang Maju Sekuritas. Katanya, penurunan payout ratio ini nyambung sama rencana BBRI yang mau ngebut lagi buat dorong kredit mikro. Otomatis, mereka butuh nahan laba lebih banyak buat modal ekspansi daripada dibagi-bagiin semua.

Target return on Equity atau RoE BBRI juga dipatok naik ke 20 persen dari sebelumnya 18,8 persen. Tapi, masalahnya belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen sendiri pas Analyst Meeting soal angka 60 persen itu. Bisa jadi itu cuma asumsi dari analisnya aja. Lagian, posisi keuangan bank ini masih tergolong aman banget.

Menakar Kesehatan Modal dan Aturan Dividen

Buat ngukur apakah sebuah bank aman buat bagi-bagi dividen gede, kita nggak cuma bisa lihat dari Capital Adequacy Ratio atau CAR doang. Emang betul CAR BBRI ada di kisaran 19,35 persen, keliatan lebih bagus dibanding BMRI yang ada di level 17,52 persen. Tapi, penentu utamanya sekarang ada di indikator CET 1 for Buffer.

Secara aturan, selama CET 1 for Buffer masih di atas batas minimal, bank sebetulnya nggak punya tekanan mendesak buat motong dividen. Posisi CET 1 for Buffer BBRI sendiri masih di angka 9,65 persen, jauh di atas batas minimal 5 persen. Jadi, secara regulasi, dividen BBRI sebenarnya belum masuk fase darurat.

Tapi, ada satu hal lagi yang bikin skenario pemangkasan ini masuk akal. Pemerintah lewat Danantara punya target ambisius buat ngumpulin dividen BUMN sampai tembus Rp200 triliun. Kalau BBRI dan bank BUMN lainnya disuruh nahan laba buat permodalan, otomatis setoran dividen ke negara juga bakal kena dampaknya.

Simulasi Proyeksi Dividen BBRI

Buat lu yang penasaran sama angka pastinya, kita udah bikin simulasi kasar berdasarkan harga saham BBRI di level Rp3.410 per saham:

  • Kalau payout ratio dipatok di angka 85 persen, potensi dividen bisa sekitar Rp328 per saham dengan dividend yield menyentuh 9,6 persen.
  • Kalau skenario terburuk beneran terjadi dan payout ratio dipangkas langsung ke 60 persen, dividend yield BBRI bakal turun ke kisaran 6,86 sampai 7,11 persen.

Keliatan kan bedanya? Yield emang bakal nyusut kalau rasionya dipangkas, tapi angkanya masih lumayan banget buat ukuran saham perbankan big cap.

Kesimpulan dan Strategi Buat Holder

Buat lu yang harganya udah telanjur nyangkut atau malah udah cuan tebal karena saham BBRI sempat naik 16,11 persen sejak akhir Juli lalu, saran gw sih santai dulu. Nggak usah buru-buru FOMO.

Strategi paling aman buat sekarang adalah wait and see. Lu bisa nunggu di area support sekitar Rp3.000 per saham buat akumulasi secara bertahap untuk jangka menengah. Dengan nawar di harga bawah, otomatis potensi dividend yield yang lu dapatkan bakal jauh lebih sedap, meskipun nantinya beneran ada pemangkasan payout ratio dari manajemen.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x