IHSG 8 September 2026: Masih Berat
Halo pasukan! 👋
Wall Street kemarin libur Labor Day, jadi belum ada sentimen baru dari AS. Tapi geopolitik makin panas. Iran ngancem target infrastruktur energi di kawasan Teluk setelah eskalasi serangan AS. Minyak pun ikut panas, Brent udah di sekitar US$97,3/barel.
Minggu ini data inflasi AS bakal jadi perhatian gede. Yield global juga mayoritas naik, yang biasanya kurang bersahabat buat emerging market kayak Indonesia.
Dari dalam negeri, kemarin IHSG turun 0,25% ke 6.619 dengan foreign net sell sekitar Rp678 M. Rupiah juga masih lemas di kisaran 17.600-an/USD. Yield SUN 10Y diperkirakan masih di rentang 7,00–7,20%.
Hari ini gue masih melihat IHSG ada kecenderungan sideways – down. Sentimen global belum terlalu mendukung, ditambah minyak naik dan beberapa komoditas melemah.
Level 6.600 masih jadi area penting. Kalau bertahan, masih ada peluang technical rebound. Tapi kalau jebol dengan tekanan jual gede, kita pantau lantai berikutnya.
Sementara resistance gue lihat ada di area 6.680-6.700.
Pantau market, lihat foreign flow dan volume.
Salam fundamental! 🔥
