Inspirasi Investasi

Keterkaitan Bisnis Haji Isam Dan Febrie Adriansyah Bikin Saham Grup Nyangkut

Nama Haji Isam mendadak jadi sorotan setelah disebut-sebut punya hubungan bisnis erat sama Febrie Adriansyah. Buat lu yang ngikutin berita, Febrie ini lagi tersandung kasus hukum serius terkait dugaan korupsi dan pencucian uang. Berdasarkan laporan Majalah Tempo, jejaring bisnis mereka ternyata nyambung di beberapa perusahaan.

Gurita Kasus Hukum Febrie Adriansyah

Masalah yang ntimpa Febrie nggak main-main. Kasus utamanya berawal dari dugaan manipulasi pengadaan batu bara buat PLTU yang bikin negara rugi sampai Rp5 triliun. Gara-gara kasus ini juga, sempat terjadi pemadaman listrik massal di Sumatra dan Jawa beberapa waktu lalu.

Polisi dari Kortastipidkor langsung gercep ngegeledah belasan lokasi dari Jakarta sampai Bogor. Hasilnya bikin melongo karena disita duit tunai miliaran rupiah, pecahan mata uang asing, sampai puluhan kilogram emas batangan. Kalau ditotal, aset yang disita tembus angka Rp476 miliar. Selain kasus batu bara, Febrie juga dikaitkan sama kasus Asabri dan penyelesaian utang anak usaha KRAS.

Titik Temu Bisnis Antara Kubu Febrie Dan Haji Isam

Berdasarkan data Kementerian Hukum yang dilansir Tempo, hubungan bisnis antara kubu Febrie lewat orang dekatnya Don Ritto dengan Haji Isam terlihat di dua entitas perusahaan yang berbeda.

PT Surya Banua Energitama

Perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Selatan ini diisi oleh jajaran pemegang saham yang cukup menarik perhatian. Ada nama Don Ritto yang terafiliasi sama Febrie, bersanding dengan orang-orang kepercayaan Haji Isam seperti Junaidi yang juga menjabat sebagai Presiden Komisaris TEBE, Welly Susanto selaku Direktur TEBE, sampai GT Denny Ramdhani.

PT Indosentosa Agro Makmur

Bergerak di bidang agrobisnis, perusahaan ini juga punya komposisi pemegang saham yang nggak kalah bikin penasaran. Di sana tercatat PT Baramega Mining Resources yang terafiliasi dengan anak Febrie, serta lagi-lagi nama Junaidi yang mewakili lingkaran dekat Haji Isam.

Dari struktur pemegang saham tersebut, keliatan banget kalau relasi bisnis ini bikin emiten-emiten yang terafiliasi sama Haji Isam di Bursa Efek Indonesia ikut keseret dalam pusaran pemberitaan.

Nasib Saham TEBE, JARR, dan PGUN

Buat para pelaku pasar, kabar kayak gini pasti langsung direspons cepet. Saham-saham yang punya kaitan erat sama Haji Isam seperti TEBE, JARR, dan PGUN sempat ngerasain hawa panas di akhir Juni 2026. Waktu itu, saham CPO kayak PGUN dan JARR sempat nanjak gara-gara sentimen positif implementasi program B50.

Tapi, sentimen itu nggak bertahan lama begitu kasus yang menyeret nama Febrie mulai mencuat ke publik. Pergerakan harga sahamnya langsung berubah arah jadi cenderung mendatar atau sideways sepanjang Juli hingga awal Agustus 2026.

  • JARR: Bergerak di kisaran 1.790 sampai 2.010
  • TEBE: Tertahan di area Rp945 sampai Rp1.130
  • PGUN: Nongkrong di rentang Rp7.025 sampai Rp8.700 per saham

Kondisi sideways ini nunjukin kalau pelaku pasar, terutama ritel, mending wait and see dulu sambil nunggu perkembangan lanjutan dari kasus hukum yang sedang berjalan. Buat lu yang punya posisi di saham-saham ini, tetap wajib ekstra hati-hati dan rajin pantau berita terbaru biar nggak salah langkah.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x