Kabar Pasar

Ekonomi Kita Gaspol Terus, Kalahkan Perkiraan Para Ahli

Wah, ada kabar sedap nih buat lu pada yang demen mantengin market. Badan Pusat Statistik (BPS) baru aja ngasih data kalau ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2026 tumbuh sampai plus 5,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini beneran di luar dugaan karena para ekonom dari Reuters sama Bloomberg tadinya cuma megang angka di kisaran plus 5,1 sampai plus 5,14 persen doang.

Kalau dibandingin sama kuartal sebelumnya emang agak turun karena kuartal pertama kemarin sempat nyentuh plus 5,61 persen. Tapi secara keseluruhan, paruh pertama tahun 2026 ini ekonomi kita udah ngebut di angka plus 5,45 persen. Jauh banget bedanya dibanding semester yang sama tahun lalu yang cuma plus 4,99 persen. Artinya apa? Negara kita masih kuat cuy.

Konsumsi Pemerintah dan Investasi Penyelamat Portofolio

Meskipun ekonomi keliatan agak melandai kalau diliat dari pengeluarannya, aslinya nggak separah yang ditakutin market. Konsumsi rakyat emang sempat kendor tipis ke angka plus 5,06 persen karena efek normalisasi aja. Tapi tenang, hal itu langsung dibackup sama belanja pemerintah yang ngamuk sampai naik plus 16,01 persen.

Kementerian Keuangan beneran royal banget kemarin gara-gara ngeluarin duit buat gaji ketiga belas ASN, tunjangan guru, sampai program makan gratis yang diborong pemerintah. Selain itu, urusan investasi atau PMTB juga nggak mau kalah. Investasi naik plus 6,88 persen karena sektor kendaraan sama peralatan lainnya mendadak ngegas kenceng banget di luar perkiraan.

PR Buat Saham Lu Gara Gara Impor Naik

Di balik semua kabar baik itu, ada satu hal yang wajib lu perhatiin kalau nggak mau nyangkut. Net ekspor kita kasih hasil negatif minus 0,78 persen. Masalahnya ada di impor yang melonjak sampai plus 8,66 persen, jauh banget ninggalin ekspor yang cuma tumbuh plus 4,17 persen.

Akibatnya, neraca perdagangan kita sempat boncos alias defisit hampir dua miliar dolar AS gara-gara harga minyak mentah naik tinggi pas bulan Mei sama Juni kemarin. Buat lu yang nyari cuan di saham, sektor-sektor yang doyan impor bahan baku mesti diwaspadai lagi pergerakannya biar porto lu tetep hijau royo-royo.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x