Kabar Pasar

Logam Kompak Hijau, Emas dan Tembaga Ngamuk tapi Nikel Malah Loyo

Gila emang pasar komoditas belakangan ini. Harga logam kompak ngebut hijau dalam beberapa hari perdagangan terakhir. Pemicu utamanya karena ekspektasi suku bunga The Fed mulai adem ayem, ditambah ada kabar positif dari Selat Hormuz. Buat lu yang pengen cuan di saham sektor pertambangan, wajib banget pantau update ini biar nggak ketinggalan kereta.

Emas Ngegas Dekati Rekor dan Tembaga Ikutan Panas

Buat pemegang aset safe haven, ada kabar sedap nih. Harga emas di pasar spot nanjak sekitar 5 persen dalam dua hari doang. Dari yang tadinya mangkal di level US$4.077 per ons pada penutupan Selasa, mendadak terbang ke US$4.467 per ons pada Kamis sore. Peningkatan ini terjadi karena inflasi energi mulai turun setelah ada kemajuan pembukaan jalur pelayaran Selat Hormuz lewat kesepakatan sementara Iran dan Oman. Pelaku pasar juga yakin The Fed cuma bakal kerek suku bunga sekali aja sampai akhir tahun ini.

Nggak cuma emas, tembaga sama timah juga nggak mau kalah eksis. Harga tembaga di Comex cetak rekor baru di US$6,731 per pon, sementara di London Metal Exchange udah nempel ketat di bawah rekor tertingginya. Sentimen kuatnya datang dari spekulasi tarif impor AS dan kebijakan Kongo yang resmi melarang ekspor konsentrat tembaga dan kobalt buat ningkatin pengolahan domestik. Timah juga terbang tinggi ditopang tipisnya stok di China dan macetnya pasokan dari Myanmar serta Indonesia.

Nikel Malah Nyungsep Kena Sentimen Tambahan Kuota

Sayangnya nasib kurang hoki harus dialami sama si nikel. Di saat logam lain pesta pora, harga nikel malah ambles sampai 2,1 persen ke level US$16.750 per ton. Angka ini jadi yang paling boncos sejak pertengahan Juli kemarin dan bikin performa nikel jadi rata air alias flat sejak awal tahun.

Penyebab utamanya karena pasar dihebohkan sama laporan kalau salah satu raksasa tambang di Indonesia bakal dapet tambahan kuota produksi bijih sampai puluhan juta ton di paruh kedua tahun ini. Walaupun Kementerian ESDM belum ngasih komentar resmi, pasar udah kadung panik duluan ngeliat potensi membludaknya suplai nikel.

Catatan Buat Portofolio Lu

Kalau kita tarik garis besar dari performa tiap kuartal tahun ini, pergerakannya beda-beda tipis bro. Emas emang lagi mantul ke kisaran US$4.300 per ons, tapi sebetulnya masih lebih rendah dibanding awal tahun lalu. Sebaliknya, tembaga sama timah konsisten naik terus tiap kuartal tanpa ampun. Nah, kalau nikel gerakannya masih abu-abu di rentang situ-situ aja.

Intinya, tetap jeli baca pergerakan market sebelum masuk ke saham komoditas. Jangan FOMO pas lagi hijau-hijahnya, tapi manfaatkan momen koreksi buat nyicil saham yang fundamentalnya solid. Cuan di tangan, dompet aman!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x