Catatan Jamet

Danantara: Rencana IPO BUMN

Danantara bikin heboh pasar modal karena mau bawa BUMN besar IPO. Perusahaan yang diincar nggak tanggung-tanggung, mulai dari Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelabuhan Indonesia, sampai Angkasa Pura. Katanya sih buat value creation dan memperdalam pasar modal Indonesia. Tapi sebagai pelaku pasar, gw sama lu pasti mikir dua kali sebelum ikut beli sahamnya.

Jual Aset Gacor Buat Apa

Lu tau sendiri kan, keempat BUMN tadi bukan perusahaan ampas. Mereka punya aset jelas, cash flow lancar, dan bisnisnya udah jalan mulus tiap hari. Ibarat kata, mereka itu mesin duit yang paling gacor di kandang.

Kalau tiba-tiba perusahaan paling produktif itu mau dijual sebagian ke publik lewat IPO, wajar dong kalau kita tanya ke mana larinya duit hasil penjualan itu. Masalahnya, detail dan angkasa pastinya masih abu-abu. Berapa persen saham yang mau dilepas juga belum jelas. Jangan sampe niatnya memperdalam pasar modal, malah berujung bikin investor deg-degan.

Roadmap Danantara Kebalik Nggak Nih

Katanya Danantara udah punya roadmap lima tahun ke depan. Tahun pertama konsolidasi seribu perusahaan, tahun kedua urus people development, tahun ketiga masuk ke inovasi dan AI, baru tahun keempat fokus ke value creation. Lah, buset. Kenapa sekarang gembar-gembor mau IPO padahal target value creation harusnya baru tahun keempat.

Ibarat orang ngartis, ini kayak promosi film di mana-mana tapi filmnya aja belum mulai syuting. Jadi wajar banget kalau market curiga. Ini beneran mau naikin nilai perusahaan atau cuma mau nutup laporan keuangan biar keliatan bagus di depan.

Investor Butuh Angka Bukan Cerita

Sebenernya nggak ada yang salah sama rencana IPO BUMN. Kita malah seneng kalau ada perusahaan bagus masuk bursa saham. Tapi investor itu nggak makan cerita manis atau nama besar doang. Kita butuh angka yang transparan.

Kalau emang serius mau bikin pasar modal makin jos, jelasin dong dari awal. Berapa saham yang dilepas dan aliran dana IPO lari ke mana. Jangan sampe rencana mateng belakangan dan semuanya serba dadakan khas kebiasaan lokal. Pokoknya jangan cuma liat spanduk gede di jalanan, lu semua harus tetap cek isi warungnya bener apa nggak. Salam fundamental.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x