INDY Gasak Utang US$ 155 Juta Demi Tambang Emas
Buat lu pada yang mantengin pergerakan saham energi, ada kabar baru nih dari PT Indika Energy Tbk INDY. Perusahaan ini fix dapet pinjaman jumbo senilai US$ 155 juta dari PT Bank DBS Indonesia. Duit pinjaman ini nggak bakal dipakai buat foya-foya, tapi mau digeber buat modal kerja alias capex pengembangan proyek tambang emas.
Fokus Proyek Emas di Sulawesi Selatan
Uang segar dari DBS ini arahnya udah jelas banget. INDY bakal gelontorin dana tersebut buat ngebut proyek tambang emas di Sulawesi Selatan. Proyek ini dipegang langsung sama anak usaha mereka, yaitu PT Masmindo Dwi Area.
Bisa dibilang ini langkah serius dari Indika buat diversifikasi bisnis. Maklum, selama ini kan mereka lekat banget sama urusan batu bara. Jadi, masuk ke sektor emas ini jadi strategi penting supaya cuan mereka makin beragam ke depannya.
Deretan Anak Usaha Jadi Penanggung
Dalam transaksi pinjaman gede ini, nggak cuma induk usahanya aja yang gerak. Ada beberapa anak usaha INDY yang ikutan pasang badan jadi penanggung awal fasilitas kredit tersebut. Beberapa nama yang masuk list penanggung antara lain:
- PT Indika Inti Corpindo
- PT Tripatra Multi Energi
- PT Tripatra Engineering
- PT Tripatra Engineers And Constructors
- Tripatra (Singapore) Pte. Ltd.
Lewat dukungan dari berbagai entitas di bawah naungan mereka, struktur pendanaan ini diatur sedemikian rupa biar tetap aman dan sesuai ketentuan yang berlaku di pasar.
Skema Penjaminan Utang
Buat urusan jaminan, pihak INDY ngasih skema pari passu. Artinya, penjaminan ini punya kedudukan setara dengan ketentuan dalam indenture yang ngatur surat utang senior perseroan. Asal tahu aja, surat utang senior itu punya tingkat bunga 8,75 persen dan bakal jatuh tempo pada tahun 2029 nanti.
Nah, dengan suntikan modal baru ini, kira-kira gimana nasib pergerakan saham INDY di bursa? Apakah bakal bikin sentimen positif buat para trader dan investor jangka panjang? Tetap pantau terus pergerakannya dan jangan lupa atur strategi manajemen risiko lu sebelum memutuskan masuk pasar.

