Berita Korporasi

Kinerja TOWR Paruh Pertama 2026, Laba Bersih Naik Tapi Ada yang Beda

Buat lu yang sering mantengin sektor infrastruktur telekomunikasi, ada kabar terbaru dari emiten menara kesayangan kita. PT Sarana Menara Nusantara Tbk atau yang lebih dikenal dengan kode saham TOWR baru aja merilis laporan keuangan terbarunya. Kinerja mereka di paruh pertama tahun 2026 ini ternyata cukup menarik buat dibahas lebih dalam.

Capaian Laba Bersih TOWR di 1H26

Sepanjang kuartal kedua 2026, TOWR sukses mengantongi laba bersih sebesar Rp916 miliar. Angka ini naik sekitar 8 persen kalau dibandingin secara tahunan, meskipun secara kuartalan sedikit turun sekitar 3 persen. Kalau ditotal selama semester pertama atau 1H26, laba bersih mereka udah menyentuh angka sekitar Rp1,9 triliun atau tumbuh 12 persen secara tahunan.

Pencapaian ini ternyata udah sejalan sama ekspektasi pasar. Angka tersebut setara dengan 48 persen dari estimasi konsensus untuk tahun 2026 penuh. Capaian ini bahkan sedikit di atas rata-rata historis tiga tahun sebelumnya yang biasanya cuma di kisaran 47 persen.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Laba

Kenaikan laba bersih TOWR ini utamanya didukung oleh dua hal penting. Pertama, ada pertumbuhan laba usaha di level mid-single digit. Kedua, beban keuangan mereka mengalami penurunan yang lumayan signifikan, masing-masing turun 13 persen dan 23 persen secara tahunan.

Secara operasional, laba usaha TOWR tumbuh 5 persen pada kuartal kedua dan 4 persen sepanjang semester pertama tahun 2026. Tapi, kalau lu perhatikan lebih jeli, ada pergeseran kontribusi pendapatan yang cukup unik dari lini bisnis mereka.

Dinamika Segmen Usaha Tower dan Non-Tower

Pertumbuhan laba usaha tadi ternyata sepenuhnya ditopang oleh segmen non-tower. Segmen ini meroket dengan kenaikan laba usaha sebesar 19 persen pada kuartal kedua dan 28 persen selama semester pertama. Lonjakan ini terjadi karena masuknya Bach Multi Global atau BACH yang resmi dikonsolidasikan ke TOWR sejak awal Januari 2026 lalu.

Sebaliknya, segmen tower yang selama ini jadi tulang punggung bisnis utama malah jalan di tempat. Laba usaha dari segmen menara ini tercatat stagnan di angka 0 persen pada kuartal kedua dan malah turun 4 persen sepanjang paruh pertama 2026.

Perubahan bauran pendapatan ini otomatis berdampak ke margin perusahaan. Margin laba usaha keseluruhan TOWR terpantau turun sekitar 400 sampai 500 basis poin secara tahunan. Penyebabnya simple, segmen non-tower punya tingkat profitabilitas yang memang lebih rendah jika dibandingin sama segmen menara inti mereka.

Jadi gimana nih, apakah lu makin tertarik nampung saham TOWR setelah lihat laporan keuangan terbarunya? Tetap lakukan analisis mandiri ya sebelum memutuskan buat beli atau jual.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x