Inspirasi Investasi

Bedah Pola Aksi Korporasi Grup Happy Hapsoro, Dari Right Issue Sampai Private Placement

Grup Happy Hapsoro lagi sibuk banget nih bolak-balik ngadain aksi korporasi. Mulai dari right issue sampai private placement dijabanin terus. Setelah SINI, giliran BUVA yang siap ngebut buat right issue, sementara RATU bakal ngambil jalur private placement. Buat lu yang suka deg-degan sama saham-saham begini, yuk coba kita bedah gimana sih pola pergerakannya selama ini.

Jejak Private Placement RATU dan Kilas Balik BUVA

Salah satu yang lagi hangat dibahas di kalangan trader tentu rencana private placement dari RATU dan BUVA. Si RATU ini mau ngeluarin sekitar 271,5 juta lembar saham baru atau setara 10 persen dari total saham eksisting. Detail harga pelaksanaannya jujur masih gelap gulita karena mereka harus nunggu lampu hijau dulu dari RUPSLB tanggal 8 September 2026.

Kalau kita tarik garis ke belakang, Hapsoro sebenarnya agak jarang pakai jalur privateplacement buat cari dana segar. Tercatat baru di BUVA aja cara ini dipake, bahkan itu jadi momen dia masuk sebagai pengendali baru. Waktu bulan Juni 2023, Hapsoro lewat PT Nusantara Utama Investama memborong private placement jumbo sebesar 64,86 persen di harga Rp60 per saham buat beresin utang perusahaan. Waktu itu, pergerakan saham BUVA masih naik turun karena likuiditasnya belum seberapa.

Enggak berhenti di situ, BUVA sempat ngadain private placement kedua buat melunasi kewajiban ke Tri Ramadi lewat konversi utang jadi 1,2 miliar saham di harga yang sama. Konon, gak lama setelah itu Tri Ramadi malah ngelepas sebagian besar sahamnya. Tapi intinya, tujuan private placement BUVA dulu beda jauh sama rencana RATU sekarang.

Pola Pergerakan Saham BUVA Saat Right Issue

Beda cerita kalau ngomongin right issue, Hapsoro jauh lebih sering pakai skema ini. Selain BUVA, nama-nama seperti SINI, UANG, MINA, sampai PADI pernah merasakan sentuhan right issue dari sang pemilik.

Ambil contoh right issue BUVA yang pertama kali heboh sejak awal tahun 2025. Waktu itu mereka nerbitin 4,02 miliar saham baru di harga pelaksanaan Rp150. Kalau dibandigin sama harga pasar saat September 2026 yang ada di kisaran Rp290 sampai Rp300, jaraknya lumayan kan. Pola gelombang kenaikan harganya pas itu juga unik banget:

  • Akhir Januari sampai pertengahan Februari 2025, saham BUVA sempat terbang 96 persen sebelum akhirnya ngalamin koreksi pas prospektus awal keluar.
  • Begitu prospektus lanjutan muncul tanpa harga pelaksanaan, harganya naik lagi 17 persen sampai RUPSLB.
  • Pas RUPSLB kasih restu, naiknya gak ngotak sampai 221 persen menjelang rilis harga resmi Rp150 per saham.
  • Tren hijaunya terus berlanjut sampai jadwal resmi keluar, bahkan lanjut naik lagi pas periode perdagangan right issue kelar.

Masuk ke tahun 2026, cerita right issue BUVA agak bergeser. Di pengumuman awal mereka sempat sesumbar mau ngeluarin 50 miliar saham, tapi realisasinya cuma 6 miliar lembar di harga Rp250 per saham. Polanya juga lebih banyak mengalami tekanan turun setelah RUPSLB, nunjukin kalau pasar kadang merespons berbeda tiap kali ada revisi rencana.

Belajar dari Jejak Right Issue Saham SINI

Buat cari pembanding yang lebih fresh, kita bisa lihat saham SINI yang baru aja kelar ngadain right issue. SINI melepas 721,5 juta saham baru dengan harga pelaksanaan di Rp5.000, yang posisinya jauh banget di bawah harga pasar. Menariknya lagi, ada nama Prajogo Pangestu sebagai pembeli siaga yang notabene mitra Hapsoro.

Pergerakan saham SINI menjelang aksi ini lumayan bikin jantungan. Sempat naik tinggi pas rilis prospektus awal, tapi langsung banting stir turun sampe sebulan penuh. Begitu masuk fase cum-date dan ex-date right issue, barulah sahamnya ngamuk ngegas Auto Rejection Atas alias ARA berturut-turut. Tapi pas masuk masa perdagangan dan pelaksanaan hak, harganya malah koreksi lagi sebelum akhirnya naik perlahan setelah semuanya beres.

Kesimpulan Buat Trader

Kalau lu perhatiin pola dari saham-saham related Hapsoro kayak SINI dan BUVA, potensi cuan biasanya nongol pas periode cum-date dan ex-date, tapi abis itu sering banget kena banting koreksi.

Buat yang mau coba spekulasi, mungkin bisa ngincer momen saat harga masuk fase sideways jelang rilis jadwal lengkap right issue BUVA, terus pegang sampai tanggal ex-date. Jangan lupa juga pantau kalau nanti ada penurunan harga pas periode perdagangan haknya, siapa tau bisa nemu celah volatilitas sampai aksinya benar-benar kelar.

Catatan pentingnya, semua analisa ini cuma baca-baca kebiasaan lama dari saham-saham grup Hapsoro. Namanya juga pasar saham, jadi belum tentu polanya bakal terulang 100 persen sama persis. Tetap atur risiko lu sendiri ya.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x