Rupiah Ngegas, Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI
Lu pada udah pada tau belum kalau rupiah hari ini ngamuk positif? Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sukses menguat 0,7 persen ke level 17.762 pada Senin ini. Pergerakan ciamik ini terjadi karena sentimen dari dalam negeri dan luar negeri yang kebetulan lagi sejalan bikin pasar agak lega.
Destry Damayantifix Jadi Calon Kuat Pimpinan BI
Berita paling panas hari ini datang dari Istana. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, ngasih tau kalau Presiden Prabowo Subianto resmi ngejukukin Destry Damayanti sebagai kandidat tunggal gubernur definitif Bank Indonesia ke DPR. Buat lu yang belum tau, Destry sekarang ini kan emang lagi mangku jabatan sebagai gubernur sementara BI.
Pilihan ini nggak kaget sih, soalnya Reuters juga sempat bocorin kalau dia emang jadi jagoan utamanya. Rekam jejaknya juga nggak main-main. Lulusan Universitas Indonesia dan Cornell University ini udah malang melintang di dunia ekonomi, mulai dari Citibank, Bank Mandiri, sampai akhirnya masuk jajaran dewan gubernur BI sejak 2019.
Karena mayoritas DPR isinya koalisi pemerintah, jalan Destry buat ngelanjutin tugas secara resmi kelihatannya mulus banget. Tinggal nunggu fit and proper test aja nanti pas masa reses DPR beres pertengahan Agustus 2026 ini. Tapi di sisi lain, pasar juga masih deg-degan nunggu komitmen independensi BI ke depannya, apalagi abis ada revisi UU P2SK kemarin.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed Kendur Gegara Data AS Loyo
Nggak cuma sentimen lokal aja yang bikin rupiah adem, dari Amerika Serikat juga bawa kabar baik buat pasar keuangan global. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed bakal ngatretin suku bunga alias rate hike pada September 2026 anjlok drastis jadi 44 persen aja dari yang tadinya anteng di 67 persen seminggu lalu.
Penyebabnya simpel, data ketenagakerjaan AS bulan Juli 2026 kemarin ternyata loyo banget. Non-farm payrolls cuma nambah 23 ribu aja, jauh di bawah ekspektasi pasar yang ngarepin angka 80 ribu. Meskipun tingkat pengangguran kelihatan turun tipis ke 4,1 persen, itu sebenarnya bukan karena lapangan kerja makin banyak, tapi karena ratusan ribu orang milih keluar dari angkatan kerja.
Kondisi ekonomi AS yang kelihatan mulai ngos-ngosan ini langsung direspons cepat sama market. Harga emas langsung melompat tinggi di atas 2 persen nembus level kisaran 4.340 dolar AS per ons, sementara indeks dolar AS malah melemah sekitar 0,4 persen ke 99,6.
Buat lu yang megang portofolio saham, tetap pantau pergerakan rupiah dan arah kebijakan bank sentral ya. Jangan panikan kalau market lagi gerak liar, yang penting cuan terus.
