Berita Korporasi

Kinerja Saham EXCL 2Q26 Makin Ngebut, Laba Ternormalisasi Naik 4 Kali Lipat

Lu pada penasaran nggak sama kabar terbaru dari emiten telekomunikasi satu ini? XLSmart Telecom Sejahtera atau yang punya kode saham EXCL baru aja merilis laporan keuangan periode 2Q26 dan 1H26. Dari hasil earnings call hari Rabu kemarin, keliatan banget kalau performa mereka makin jos meskipun masih ada beberapa catatan penting yang wajib lu tahu sebelum memutuskan buat beli atau jual sahamnya.

Laba Bersih Ternormalisasi Meroket

Kalau lu lihat angka di atas kertas secara mentah, EXCL emang masih mencatat rugi bersih sebesar Rp277 miliar pada 2Q26. Tapi tunggu dulu, jangan panik atau buru-buru cut loss. Kalau kita hitung pakai laba bersih ternormalisasi yang udah ngebuang beban biaya integrasi, percepatan depresiasi pasca-merger, dan impairment aset, hasilnya justru gila banget.

Laba bersih ternormalisasi EXCL pada 2Q26 tembus di angka sekitar Rp1,3 triliun. Bikin total laba bersih ternormalisasi selama semester pertama 2Q26 jadi Rp2,7 triliun, alias naik 4 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari sisi operasional juga nggak kalah keren, di mana EBITDA 2Q26 naik 24 persen secara tahunan jadi sekitar Rp5,5 triliun seiring pendapatan yang terkerek ke level Rp12,1 triliun.

ARPU Naik Tinggi dan Beban Mulai Mereda

Pendapatan total pada 2Q26 naik jadi sekitar Rp12,2 triliun. Pendorong utamanya adalah kenaikan Average Revenue Per User atau ARPU secara tahunan ke level Rp46,9 ribu, yang melonjak 32 persen dibanding tahun lalu. Walaupun sedikit turun tipis secara kuartalan karena menyesuaikan daya beli pasca Lebaran, manajemen bilang tren jangka panjangnya tetap aman terkendali.

Selain itu, jumlah pelanggan juga mulai anteng di angka 69,4 juta setelah sempat turun akibat pembersihan kualitas basis pelanggan pasca-merger. Kabar baiknya lagi, beban biaya integrasi dan percepatan depresiasi yang selama ini jadi beban mulai keliatan mereda. Biaya integrasi turun drastis jadi cuma Rp39 miliar, sementara beban percepatan depresiasi juga menyusut. Manajemen memperkirakan total beban depresiasi sepanjang tahun ini bakal ada di kisaran Rp4,5 sampai Rp5 triliun, di mana sebagian besar udah dibukukan pada paruh pertama tahun ini.

Gimana bro, makin tertarik kan buat pantau pergerakan saham EXCL di porto lu? Tetap lakukan analisis mandiri dan jangan FOMO ya.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x