APBN 2026: Pendapatan Negara Naik, Defisit Masih Aman Buat Nyambung Hidup
Gimana portofolio saham lu sejauh ini? Hijau atau malah merah membara kaya lampu rem truk? Buat yang suka mantengin makroekonomi, ada kabar terbaru nih dari pemerintah yang kudu lu tau biar nggak ketinggalan berita pas nongkrong.
Pendapatan dan Belanja Negara Kompak Naik
Presiden Prabowo baru aja ngasih update soal kondisi keuangan negara kita. Sampe akhir Juli 2026, pendapatan negara kitaFix tumbuh 21,3 persen secara tahunan atau YoY. Nggak beda jauh dari catatan semester pertama 2026 yang sempat di angka 21,4 persen.
Di sisi lain, belanja negara juga ikutan ngegas bro. Pengeluaran pemerintah tercatat tumbuh 18,2 persen YoY sampe Juli kemarin, sedikit naik dibanding paruh pertama tahun ini yang ada di angka 17,8 persen. Artinya, duit negara muter terus buat ngebiayain berbagai program.
Nasib Defisit APBN Gimana?
Nah ini yang biasanya bikin para trader penasaran. Dengan pendapatan dan belanja yang segitu, berapa defisitnya? Sampe akhir Juli 2026, defisit APBN kita ada di angka 0,91 persen terhadap PDB. Naik tipis sih kalau dibandingin posisi semester pertama yang cuma 0,76 persen.
Tapi tenang aja, angka ini masih jauh dari perkiraan total defisit buat sepanjang tahun 2026 yang dipatok sekitar 2,85 persen terhadap PDB. Target awal pemerintah tadinya di 2,68 persen. Jadi secara garis besar, kondisi fiskal kita masih terkendali dan nggak separah bayangan tetangga sebelah yang suka ngeluh.
Apa Pengaruhnya Buat Saham Kita?
Buat anak saham, berita makro kaya gini penting banget buat baca arah pasar. Kalau belanja negara naik, artinya ada banyak proyek jalan yang bisa jadi katalis buat emiten-emiten tertentu. Jadi, tetap pantau pergerakan market, jangan cuma kebanyakan ngopi tapi porto dibiarin nangis.
