Danantara Mau Gas Hilirisasi Logam Tanah Jarang, Saham Pertambangan Siap Cuan
Bro, lu pada sadar nggak kalau komoditas tambang di Indonesia nggak ada matinya? Terbaru nih, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias Danantara lagi serius banget nyiapin skema hilirisasi buat logam tanah jarang atau rare earth. Komoditas ini dibilang penting banget karena bakal jadi bahan baku teknologi masa depan.
Skema Tiga Tahap Dari Danantara
Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, bongkar rahasia kalau pihaknya udah nyusun strategi hilirisasi dalam tiga tahap penting. Buat lu yang nyari cuan di saham sektor pertambangan, paham alur ini wajib hukumnya biar nggak salah langkah.
Berikut tiga tahapan hilirisasi logam tanah jarang yang lagi disiapin:
- Pengolahan bahan baku mentah
- Produksi senyawa rare earth oxides
- Pembangunan fasilitas pemisahan elemen atau refinery
Menurut si CTX Danantara tadi, potensi kita di tahap pengolahan bahan baku sebenarnya udah lumayan gede. Kemampuan industri nasional bikin senyawa rare earth oxides juga dinilai udah matang dan nggak kalah saing.
Tantangan Berat Dan Strategi Kolaborasi
Tapi jujur aja nih, nggak semua jalan bakal mulus. Tantangan paling berat buat ngegas proyek ini ada di pembangunan refinery alias fasilitas pemisahannya. Biar nggak keteteran, Danantara mutusin buat gandeng BRIN sama beberapa perguruan tinggi ternama buat urusan riset.
Selain itu, mereka juga buka pintu lebar buat kolaborasi strategis bareng investor asing. Jadi buat lu yang pegang saham emiten tambang terkait, sentimen masuknya investor luar ini tentu jadi sinyal positif yang kudu dipantau terus pergerakannya.
Kenapa Baru Sekarang Digarap?
Mungkin lu mikir, kenapa baru sekarang komoditas sultan ini dilirik? Jawabannya karena sebelumnya barang ini kayak anak tiri yang terabaikan, bro. Masalahnya klise banget, yaitu belum ada regulasi yang jelas buat ngatur pengkodean industrinya secara nasional.
Untungnya, aturan main kayak KBLI dan HS Code buat logam tanah jarang baru aja resmi tersedia sekitar dua bulan lalu. Makanya sekarang Danantara langsung tancap gas kolaborasi lintas kementerian. Tujuannya jelas, yakni mempercepat pembentukan Badan Industri Mineral supaya pengelolaan harta karun ini makin terarah dan cuan buat negara.
