Saham ISAT Ngamuk Abis Rilis Zankore, Saatnya Hajar atau Tunggu Dulu?
Saham ISAT baru aja bikin gebrakan dengan melonjak 15 persen dalam sepekan terakhir. Pemicunya nggak lain karena peluncuran Zankore by Indosat pada 6 Agustus 2026. Buat lu yang portofolionya pegang saham ini, pasti pada kepo kan sebenarnya seberapa ngefek sih proyek baru ini ke cuan emiten telekomunikasi tersebut?
Makanya, penting buat kita bedah tuntas proyek mercusuar ini sebelum lu memutuskan mau buy, hold, atau malah cut loss.
Kenalan Sama Zankore, AI Factory Terbesar di Asia Tenggara
ISAT nggak sendirian. Bareng Grup Ooredoo, Nokia, dan Nvidia, mereka nekat kolaborasi buat ngebut bangun infrastruktur AI generasi terbaru. Tujuannya jelas, ngincer pasar global dan regional Asia-Pasifik.
Pertanyaannya, apa sih sebenarnya barang yang mau dibangun ini?
Zankore by Indosat adalah sebuah AI Factory. Konsepnya tuh sistem terintegrasi yang tugasnya ngubah data mentah jadi produk kecerdasan buatan. Jadi, semua proses pengolahan data buat kebutuhan AI dipusatkan di sini.
Nggak tanggung-tanggung, targetnya fasilitas ini bakal jadi AI Factory berbasis Nvidia DSX dengan kapasitas tembus 1 Gigawatt. Kalau ini kejadian, otomatis bakal jadi yang paling gede se-Asia Tenggara.
Buat tahap awal, Zankore bakal nyiapin kapasitas AI sekitar 200 MW pakai jeroan gahar Nvidia GB300 NVL72, dan ditargetkan rampung pada semester pertama 2027. Fasilitas ini juga bakal dibekali teknologi MaxLPS buat ngebut maksimalin kapasitas komputasi sampai di atas 40 persen tanpa jebol batas daya.
Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
Di dalam struktur kepemilikan Zankore, Ooredoo Group bertindak sebagai pemegang porsi terbesar yaitu 49 persen. Sisanya yang 51 persen dipegang bersama-sama oleh ISAT, Nvidia, dan Nokia.
Kalau dibedah, porsi kepemilikan ISAT posisinya ada di bawah Ooredoo, tapi justru lebih tinggi dibanding Nvidia dan Nokia. Kisarannya ada di angka 15 sampai 30 persen.
Kalkulasi Cuan dan Prospek Saham ISAT
Berdasarkan riset dari Mirae Asset dan Indopremier, analisisnya lumayan bikin mata hijau. Analis Mirae Asset, Daniel Widjaja, nyebutin kalau Zankore punya target pendapatan fantastis sampai 13 miliar dolar AS dengan EBITDA kumulatif sekitar 9 miliar dolar AS dalam 5 tahun.
Dari total belanja modal yang digelontorkan, sekitar 90 persen dialokasikan buat kapasitas 200 MW dengan dukungan 96.000 GPU Nvidia GB300 NVL72. Kalau porsi kepemilikan ISAT diambil di angka 30 persen, kontribusinya ke ekuitas bisa nyampe Rp8,8 triliun.
Dari sisi bottom line, ISAT diproyeksi bisa dapet bagian laba bersih sekitar Rp1,4 triliun per tahun mulai tahun buku 2028. Angka yang nggak kecil buat ukuran emiten telco.
Sisi Gelap Bisnis AI Factory: Belajar dari Kasus CoreWeave
Jangan buru-buru silau sama angka proyeksi di atas, bro. Bisnis AI Factory ini punya struktur biaya yang sadis. Kita bisa lihat contoh nyatanya dari CoreWeave (CRWV), emiten sejenis yang sudah lebih dulu melantai di Nasdaq.
Secara pendapatan, CRWV emang tumbuh agresif. Tapi kalau ngomongin laba bersih, mereka justru masih berdarah-darah alias rugi ratusan juta dolar AS. Kenapa bisa begitu?
Penyebab utamanya ada di pos depresiasi dan beban bunga yang membengkak. Mau nggak mau, bisnis ini menuntut belanja modal super mahal buat beli GPU Nvidia, server, networking, storage, sampai sistem pendingin cair.
Untungnya buat ISAT, suntikan modal awal dari Ooredoo senilai 800 juta dolar AS bikin mereka nggak perlu pusing nyari utang berbunga tinggi kayak kebanyakan pemain lain. Tapi tetap saja, risiko lonjakan biaya operasional dan potensi lesunya demand gara-gara faktor ekonomi global harus diwaspadai.
Kesimpulan Buat Trader dan Investor
Mirae ngasih target harga saham ISAT di Rp2.700, sementara Indopremier di Rp3.600. Kalau asumsi laba Rp1,4 triliun di 2028 benar-benar tembus, valuasi wajar ISAT emang masuk akal di kisaran Rp3.030 per saham.
Tapi ingat, itu semua masih sebatas asumsi di atas kertas. Kalau ternyata proyeknya mlempem atau malah terbebani biaya tinggi, harganya bisa berbalik arah jadi tekanan buat portofolio lu.
Melihat pergerakan harga saham ISAT yang lagi volatil gara-gara sentimen ini:
- Buat lu yang tipe trader harian, momentum kenaikan kemarin lebih pas dijadiin arena trading cepat.
- Buat lu yang tipe investor jangka panjang, bijaknya sabar nunggu fase konsolidasi dulu. Jangan gampang FOMO kejar harga sebelum ada bukti nyata kontribusi cuan dari bisnis AI-nya masuk ke laporan keuangan.

