Siapa Borong Saham Paling Banyak di 2026? Cek Deretan Konglomerat yang Main Agresif
Grup Lippo, Happy Hapsoro, dan Bakrie lagi jadi pusat perhatian di pasar saham. Berdasarkan data kepemilikan di atas 1 persen per Agustus 2026, aksi borong saham paling gila-gilaan justru datang dari para pengendali dan afiliasinya sendiri. Lu penasaran kan siapa saja yang paling nafsu nambah muatan saham?
Aksi Borong Paling Agresif Dikuasai Konglomerat
Pergerakan investor kakap di bursa emang nggak pernah ada habisnya. Dari data yang ada, aksi beli terbesar didominasi oleh pemegang saham pengendali yang nggak mau kehilangan cengkeramannya di emiten masing-masing.
Berikut deretan investor yang paling aktif melakukan akumulasi pembelian saham:
- Peringkat 5: PT Maybank Sekuritas Indonesia yang memborong 938 juta lembar saham untuk 4 emiten. Rinciannya, mereka beli BRMS sebanyak 934 juta lembar (porsi 4,3 persen), ENRG sebanyak 2,07 juta lembar (porsi 7,23 persen), AMMN sebanyak 1,03 juta lembar (porsi 1,36 persen), dan DEWA sebanyak 867.000 lembar (porsi 1,39 persen).
- Peringkat 4: Happy Hapsoro yang nyerok 4,65 miliar lembar saham RAJA bikin porsi kepemilikannya anteng di 27,52 persen. Selain itu, dia juga comot saham SINI sebanyak 3,45 juta lembar, meski kena dilusi jadi 3,89 persen gara-gara aksi right issue.
- Peringkat 3: PT Sentosa Bersama Mitra yang masih satu sirkel sama Happy Hapsoro. Entitas ini ngeborong sekitar 6,14 miliar lembar saham, dengan rincian RAJA sebesar 6 miliar lembar (porsi 35,73 persen) dan PADI sebanyak 105 juta lembar (porsi 4,67 persen).
- Peringkat 2: PT RMK Investama yang nyerok 10,24 miliar lembar saham dari entitas yang dia kendaliin sendiri. Mereka borong RMKE sebanyak 9,94 miliar lembar (porsi 56,8 persen) dan RMKO sebesar 308 juta lembar (porsi 73,08 persen).
- Peringkat 1: MLPL dari Grup Lippo yang keluar sebagai juara bertahan paling agresif dengan memborong 57 miliar lembar saham. Mereka nyerok MLPT sebanyak 38 miliar lembar (porsi 84,95 persen) dan MPPA sebanyak 19 miliar lembar (porsi 77,16 persen).
Geliat Gendut Pemegang Saham Lainnya
Selain nama-nama di atas, pasar juga dihebohkan sama aksi emiten lain seperti Geng Northstar di saham MGLV yang udah terbang tinggi ke level Rp10.000 sejak diakuisisi. Walaupun posisi komisaris Patrick Walujo udah diganti Glenn Sugita, tapi sirkelnya masih itu-itu juga. Bikin deg-degan aja kalau ngeliat polanya bakal mirip kayak ARTO apa nggak.
Nggak cuma itu, buat lu yang nungguin kabar dari korporasi, ada juga kisi-kisi potensi harga pelaksanaan right issue MEJA yang akhirnya udah dapet lampu hijau. Noprian Fadli sempat kasih bocoran soal arah harga pelaksanaannya buat para trader yang udah nggak sabar.
Deretan Investor yang Malah Jualan Brutal
Kalau di atas tadi cerita soal yang doyan nambah barang, sekarang kita intip siapa aja pihak yang tega ngelepas kepemilikannya dalam jumlah jumbo sampai awal Agustus 2026.
- Peringkat 5: Reksa Dana Pan Arcadia Dana Saham Bertumbuh yang ngelepas 141 juta lembar saham lewat 4 emiten, mulai dari BTEK, BBYB, PCAR, sampai DPUM.
- Peringkat 4: Morgan Stanley and Co Internasional yang buang 264 juta lembar saham untuk 5 emiten, termasuk GOTO, EMAS, BIPI, MAPA, dan PWON.
- Peringkat 3: UOB Kay Hian Pte. Ltd yang jualan 357 juta lembar saham yang terbagi di emiten PACK, BUDI, dan MORA.
- Peringkat 2: CG Internasional Sekuritas Indonesia yang lepas 2,09 miliar lembar saham, paling banyak dari BRMS sebanyak 1,8 miliar lembar dan DEWA sebanyak 299 juta lembar.
- Peringkat 1: PT Samuel Sekuritas Indonesia yang jadi juara jualan dengan melepas 6,72 miliar lembar saham. Aksi ini paling banyak nyasar ke saham grupnya sendiri, kayak NSSS yang dilepas 4,14 miliar lembar bikin porsi turun drastis jadi 24,19 persen, BKSL sebanyak 1,92 miliar lembar, FILM sekitar 661 juta lembar, dan RLCO sekitar 4,42 juta lembar.
Melihat aksi jual-beli para bandar dan institusi sebesar ini, jelas kalau arus modal di bursa masih dinamis banget. Tetap riset mandiri sebelum lu decide buat ikutan ngekor langkah mereka.

