Catatan Jamet

Laba Danantara 330 Triliun, Laporan Keuangannya Mana?

Heboh banget kan kemarin pas denger Danantara disebut punya laba sampe 330 triliun rupiah. Masalahnya, sebagai investor waras, gw langsung garuk-garuk kepala. Ini duit beneran ada atau cuma angka di PowerPoint doang? Soalnya sampe detik ini, batang hidung laporan keuangannya kaga keliatan sama sekali.

Klaim 330 Triliun Tanpa Bukti Jelas

Lu bayangin aja, Danantara udah jalan tapi laporan keuangannya masih dibilang konsolidasi mulu. Alasan klasik banget kan? Giliran dibandingin sama Temasek Singapura yang datanya transparan, rapi, dan bisa dicek publik, mereka malah salah sebut data laba Temasek.

Gila kan, data pembandingnya aja meleset jauh. Jadi wajar dong kalau kita curiga angka 330 triliun itu dapet dari mana. Jangan-jangan cuma hasil feeling atau ketikan iseng di Excel pas malem-malem.

Transparansi Harga Mati Buat Duit Rakyat

Di dunia saham dan investasi, omongan manis doang kaga ada artinya. Kalau emang bener labanya segede itu dan mau pamer, ya keluarin dong laporan keuangannya secara terbuka. Buktiin ke publik kalau Indonesia punya fund kelas dunia.

Tapi kalau laporan kaga pernah nongol dan angkanya asal sebut, ya maap-maap aja nih, jatuhnya malah kaya omongan bapak-bapak di pos ronda. Yang dikelola ini duit gede, bro. Transparansi itu mutlak!

Poin Penting Buat Diinget

  • Klaim laba gede tapi laporan keuangan nihil.
  • Data pembanding sama Temasek aja salah sebut.
  • Main lempar angka tanpa hasil audit itu bahaya.

Intinya, jangan gampang percaya sama angka bombastis sebelum lu liat sendiri bukti otentiknya. Tetap kritis, jaga porto, dan pantau terus berita selanjutnya biar nggak gampang kena giring opini.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x