Proyek PLTS 100 GWp Resmi Digas, Saham EBT Bakal Cuan?
Lu pada denger berita terbaru nggak nih? Pemerintah resmi ngebut bikin proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya alias PLTS dengan target gokil sebesar 100 GWp. Proyek ambisius ini resmi dimulai lewat groundbreaking di Gilimanuk, Bali, pada hari Selasa, 25 Agustus kemarin. Gak tanggung-tanggung, Presiden Prabowo Subianto pasang target kalau proyek raksasa ini bakal rampung dalam waktu 3 tahun aja.
Fase Awal Dan Deretan Proyek Plts
Buat step awal, pemerintah langsung tancap gas ngerjain 14 proyek PLTS yang tersebar di 6 provinsi dengan total kapasitas sekitar 5,3 GWp. Beberapa di antaranya yang udah diumumkan meliputi:
- PLTS Gilimanuk sebesar 300 MWp
- PLTS Terapung Gajah Mungkur sebesar 134 MWp
- PLTS Desa Sembur sekitar 0,9 MWp
- PLTS Pulau Rengit sekitar 0,08 MWp
Skema yang dipakai juga beragam banget, mulai dari PLTS ground mounted, PLTS atap, sampe PLTS terapung. Semua ini dibabat habis biar bauran energi hijau di Indonesia makin ngebul dan ketahanan energi nasional makin kuat.
Realita Angka Dan Kapasitas Pembangkit
Nah, buat lu para trader yang suka ngitung fundamental, jangan terkecoh sama angka 100 GWp ya. Angka itu adalah kapasitas puncak atau peak capacity, jadi beda sama pembangkit konvensional. Soalnya tenaga surya kan sifatnya intermiten alias tergantung cuaca dan terik matahari, nggak bisa nyala 25 jam non-stop.
Dengan capacity factor sekitar 15 sampe 20 persen, total daya yang dihasilin nanti bakal setara sama pembangkit biasa berkapasitas 15 sampe 20 GW. Sebagai perbandingan, kapasitas terpasang nasional kita di akhir 2025 kemarin udah nyentuh angka 107,5 GW.
Potensi Penghematan APBN Dan Dampak Ke Saham
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sesumbar kalau proyek PLTS 100 GWp ini bakal bikin APBN kita hemat lebih dari Rp73 triliun per tahun. Duit segitu bisa dipangkas karena kita nggak perlu lagi jor-joran impor diesel. Penggunaan solar bakal kepangkas sampe 6 juta kiloliter per tahun, atau setara 15 persen dari total konsumsi solar nasional di 2025.
Buat portfolio saham kita, sektor energi baru terbarukan (EBT) dan emiten yang main di konstruksi kelistrikan jelas ketiban sentimen positif. Kalau lu tipe investor yang sabar, sektor ini bisa jadi bahan pantauan jangka panjang sambil nungguin progres proyeknya beneran jalan sesuai target tiga tahun.
