Merger ADHI dan PTPP Mau Dikebut, Saham Konstruksi Bakal Gocak Lagi
Lu pasti udah denger kabar kalau pemerintah lagi ngebut rencana penggabungan usaha antara emiten BUMN karya. Yap,, ADHI dan PTPP santer dikabarkan bakal segera digabung dalam waktu dekat. Buat lu yang hobi nangkep saham gorengan atau suka nyicil saham BUMN, info ini wajib banget dipantau biar nggak ketinggalan kereta.
Status Terbaru Merger ADHI dan PTPP
Klarifikasi resmi udah dilayangin ke Bursa Efek Indonesia. Pihak ADHI bilang kalau rencana merger ini masih dalam tahap kajian dan pembahasan lebih lanjut. Jadi, mereka belum mau ngasih detail banyak soal aksi korporasi ini.
Di sisi lain, PTPP punya pandangan agak beda soal target waktu. Berdasarkan progres yang ada, mereka pasang target kalau proses penggabungan ini bisa rampung pada akhir Desember tahun 2026 ini. Tapi ingat ya, target itu masih bisa berubah tergantung proses restrukturisasi, hasil uji tuntas, dan izin dari regulator.
Pernyataan dua emiten ini muncul setelah Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, nyeletuk kalau merger kedua raksasa konstruksi ini dipacu biar cepet beres tahun ini. Makanya, wajar kalau market langsung heboh.
Kinerja ADHI Dobrak Kontrak Baru
Selain soal isu merger, ada kabar segar juga dari sisi fundamental ADHI. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, mereka sukses ngantongin nilai kontrak baru sebesar Rp8,3 triliun selama tujuh bulan pertama tahun 2026. Angka ini naik drastis sekitar 118,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian itu setara dengan 36 sampai 42 persen dari total target tahun 2026 yang dipatok di kisaran Rp20 sampai Rp23 triliun. Artinya, kinerja operasional mereka masih jalan di tempat yang bener meskipun sentimen sektor konstruksi kadang bikin deg-degan.
Strategi Buat Trader dan Investor
Buat lu yang pegang sahamnya, sabar aja dulu dan jangan gampang FOMO. Pergerakan saham konstruksi biasanya liar kalau ada sentimen merger kayak gini. Pastikan lu tetap pasang strategi manajemen risiko yang ketat. Jangan cuma ngandelin angan-angan cuan gede tanpa tahu batasanrugi.

