Kapasitas Data Center DCII dan ISAT Bakal Meledak, Gaskeun 11 GW Menuju 2030
Lu sadar gak sih kalau perkembangan artificial intelligence sekarang makin gila-gilaan? Makanya gak heran kalau kebutuhan infrastruktur digital kayak data center bakal ngebut banget dalam beberapa tahun ke depan. Ketua Umum IDPRO, Hendra Suryakusuma, baru aja bocorin kalau kapasitas data center di Indonesia diproyeksi bakal tembus angka 11 GW pada tahun 2030 nanti. Lonjakan ini drastis banget kalau dibandingin sama kapasitas Mei 2026 yang cuma sekitar 630 MW. Bayangin aja, investasi buat bangun 1 MW aja butuh sekitar US$ 10 juta, itu baru hitungan core, shell, mekanikal, sama elektrikal doang, belum termasuk lahan dan operasional!
Proyek Jumbo Siap Gas
Lonjakan kapasitas ini tentu gak asal ngomong. Banyak proyek besar yang sekarang udah masuk tahap konstruksi dan siap beroperasi. Buat lu yang hobi mantengin market, emiten-emiten pemain infrastruktur digital ini wajib banget masuk watchlist karena potensi cuannya keliatan menggiurkan.
D滞CII dan ISAT Pimpin Barisan
Buat lu yang sering nongkrong di grup saham, nama-nama besar kayak DCII dan ISAT pasti udah gak asing lagi di telinga. Mereka punya rencana ekspansi yang gak main-main buat ngejar kue bisnis data center ini:
- DCII Bakal Ngamuk: DCI Indonesia berencana ngebut abis. Kapasitas terpasang mereka diprediksi melonjak dari 128 MW di 2025 jadi lebih dari 850 MW dalam 2 sampai 3 tahun ke depan.
- ISAT Bangun AI Factory: Indosat bareng Ooredoo Group, Nokia, dan Nvidia bakal bikin AI factory dengan kapasitas awal 200 MW di Batang, Jawa Tengah, lewat platform Zankore. Kapasitasnya bahkan ditargetkan tembus 1 GW pada 2029.
Selain dua pemain lokal itu, ada juga proyek dari Firmus Technologies di Batam dan rencana CoreWeave yang mau bangun tiga data center baru. Artinya apa? Sektor ini bakal jadi salah satu penggerak utama pasar ke depannya. Jadi, lu udah siapin strategi apa buat nampung cuan dari saham-saham ini?

