Saham BRMS Tetap Ngelabrak Naik Meskipun Harga Emas Kena Tekanan The Fed
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk atau BRMS masih mampu bertahan di zona hijau. Padahal, baru saja ada tekanan berat dari kenaikan suku bunga the Fed yang bikin harga emas global ikutan loyo. Buat lu yang pengen tahu apa aja sentimen menarik di balik pergerakan saham emiten grup Bakrie ini, yuk kita bahas tuntas.
Katalis Jangka Pendek Lewat Rebalancing GDX
Buat urusan jangka pendek, BRMS lagi ketiban durian runtuh dari rebalancing GDX edisi September 2026. Walaupun nggak ada perubahan konstituen, free float factor BRMS naik drastis dari 51 persen jadi 60 persen. Otomatis, bobotnya di indeks ikutan nambah.
Kenaikan bobot ini bikin BRMS berpotensi dapet inflow dana pasif sekitar US$37 juta dari para pengelola dana yang ngekor GDX. Dampaknya udah keliatan sejak pengumuman pertamanya, di mana harga saham BRMS langsung terbang lebih dari 10 persen.
Prospek Tambang Bawah Tanah Palu Menuju 2027
Nggak cuma urusan sentimen indeks, fundamental BRMS juga makin seksi berkat progress tambang bawah tanah di Palu. Per September 2026, pembangunan portal tambang dan fasilitas ventilasi pertama udah rampung total.
Terowongan bawah tanahnya bahkan udah nembus lebih dari 975 meter dengan kedalaman sekitar 140 meter dari permukaan. Targetnya, tambang ini bakal mulai beroperasi penuh pada pertengahan 2027 nanti.
Poin paling gokil dari tambang bawah tanah ini adalah kadar bijih emasnya yang berada di atas 3,2 gram per ton. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tambang terbuka Poboya yang cuma di kisaran 1,3 sampe 1,5 gram per ton.
Kinerja Kuartal III 2026 Berpeluang Turnaround
Kalau ngomongin kinerja keuangan, kuartal II 2026 emang jadi periode yang agak suram buat BRMS. Perusahaan sempat ngalamin kerugian akibat gangguan produksi dari proses pushback di Tambang River Reef, ditambah harga jual emas yang ambles dan pasokan domestik yang berlebih.
Tapi cerita bakal beda buat kuartal III 2026. Gangguan produksi udah beres, dan anak usahanya yaitu Citra Palu Minerals udah teken kerja sama strategis sama ANTM buat nyerap sebagian besar produksi emas sampai Juni 2028. Ditambah lagi, harga emas meskipun sempet terkoreksi, posisinya masih relatif lebih tinggi dibanding rata-rata kuartal sebelumnya.
Analisis Teknikal Saham BRMS
Dari sudut pandang teknikal, pergerakan harga BRMS keliatan lagi berusaha keluar dari fase sideways menuju tren naik. Ada pola akumulasi kayak double bottom yang udah nembus garis neckline.
Selama area neckline ini kuat dijadiin support, peluang buat lanjut terbang menuju target resistance terdekat di kisaran 840 masih terbuka lebar, bro. Gimana, lu sendiri udah mulai nge-borong saham BRMS atau masih nunggu diskon lebih murah lagi?

