Kabar Pasar

Minyak Brent Ngamuk Lagi, Trump Tolak Proposal Iran

Buat lu yang pantengin market energi, siap-siap deh narik napas dalam. Harga minyak mentah Brent baru aja ngegas naik 3,4 persen ke level US$108,5 per barel pada Senin sore. Padahal, Jumat kemarin baru aja nyungsep 2,1 persen di kisaran US$104,3 per barel. Pergerakan liar ini tentu bikin deg-degan, apalagi sentimen geopolitik lagi panas-panasnya.

Penyebab Lonjakan Harga Minyak

Kenaikan harga ini bukan tanpa alasan. Usut punya usut, Donald Trump bikin ulah lagi. Pada Sabtu lalu, dia blak-blakan nolak proposal dari Iran terkait gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sebelumnya, media ramai ngeberitain kalau Trump emang udah nolak tawaran damai itu dan malah ngebet mau lanjutin pengeboman ke Iran pasca pemilu paruh waktu November 2026 nanti. Jelas banget, pasar langsung merespon negatif ketegangan militer ini karena takut suplai minyak terganggu.

Respon Pihak Iran dan Prospek Kedepan

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, nggak tinggal diam. Hari Minggu kemarin, dia negasin kalau Selat Hormuz cuma bakal dibuka kalau semua syarat mereka terpenuhi. Tapi dia juga bilang, jalan keluar dari kebuntuan ini tetep harus lewat meja negosiasi.

Menariknya, Trump sendiri malah prediksi kalau obrolan alias negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran bakal dimulai lagi minggu ini. Jadi, mending lu pantengin terus portofolio lu. Pasar lagi sensitif banget sama berita geopolitik begini, jangan sampe salah ambil langkah.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x