APBN 2027 Resmi Disahkan, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 6 Persen
DPR resmi mengetok palu pengesahan RUU APBN 2027 jadi undang undang pada Selasa tanggal 29 September kemaren. Keputusan ini diambil setelah Badan Anggaran atau Banggar DPR sebelumnya udah sepakat sama postur rancangan anggaran negara.
Buat lu yang sering mantengin market, penting banget nih tau isi jeroan dari APBN 2027. Pemerintah pasang target yang lumayan agresif buat tahun itu demi ngegas perekonomian nasional.
Rincian Asumsi Makro Ekonomi 2027
Pemerintah sama DPR sepakat masang beberapa indikator penting buat jadi pegangan ekonomi tahun 2027. Nih rincian lengkapnya yang wajib lu tau sebelum nentuin strategi investasi di saham:
- Pertumbuhan ekonomi ditargetkan +6% secara year on year.
- Defisit anggaran dipatok aman di angka 2,4% terhadap PDB.
- Rata rata inflasi dijaga di level 2,5% YoY.
- Nilai tukar rupiah dipatok di level Rp17.500 per dolar AS.
- Yield SBN tenor 10 tahun ada di kisaran 6,9%.
- ICP atau Indonesian Crude Price rata rata USD 75 per barel.
- Lifting minyak dipatok 612.500 barel per hari dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari.
Dampaknya ke Portofolio Saham Lu
Dengan target pertumbuhan ekonomi yang dipatok sampai 6 persen, artinya pemerintah optimis bisnis bakal ngebut. Defisit anggaran yang cuma 2,4 persen juga nunjukin kalau kas negara dijaga supaya nggak ugal ugalan.
Buat para trader dan investor ritel, angka angka ini bisa jadi acuan sektor mana aja yang bakal ketiban cuan. Kalau target ekonomi tercapai, saham siklikal kayak perbankan dan komoditas berpotensi bakal dilirik bandar lagi.
Intinya, lu tetep harus pantau pergerakan market dan jangan FOMO. Tetep atur risk management biar duit lu nggak ludes di tengah jalan.
