Berita Korporasi

TOWR Siap Buyback Saham Gede-gedean, Duit Setengah Triliun Disiapkan

Buat lu yang lagi memantau pergerakan emiten menara telekomunikasi, ada kabar panas nih. PT Sarana Menara Nusantara Tbk atau yang punya kode saham TOWR baru aja ngasih pengumuman penting buat para investor. Perusahaan ini bakal ngelakuin aksi korporasi buyback atau pembelian kembali sahamnya di pasar.

Nggak tanggung-tanggung, dana yang disiapin nggak kaleng-kaleng. Duit segar sampai Rp500 miliar bakal digelontorkan buat ngamankan posisi saham mereka. Langkah ini tentu bikin penasaran, apakah bakal ngefek banyak ke portofolio lu?

Detail Rencana Buyback Saham TOWR

Berdasarkan informasi yang ada, aksi korporasi ini punya beberapa poin penting yang wajib lu tahu sebelum memutuskan buat beli atau malah wait and see:

  • Jumlah saham yang bakal dibeli capai sekitar 1,2 miliar lembar atau setara dengan 2 persen dari total modal disetor.
  • Alokasi dana maksimal mencapai Rp500 miliar.
  • Periode eksekusi bakal lumayan panjang, mulai dari 30 September sampai 30 Desember 2026.

Dengan durasi yang panjang, manajemen TOWR sepertinya pengen leluasa buat jaga stabilitas harga sahamnya di pasar. Jadi, nggak langsung diborong dalam waktu singkat.

Nggak Perlu RUPS, Kenapa Bisa Gitu?

Mungkin lu mikir, emangnya boleh perusahaan sebesar itu buyback tanpa nunggu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS? Jawabannya, bisa banget.

Rencana ini jalan tanpa harus minta restu pemegang saham karena ngikutin aturan relaksasi dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Kebijakan ini emang sengaja dikeluarin buat dukung stabilitas pasar modal, terutama pas kondisi market lagi fluktuatif.

Analisis Singkat Buat Trader dan Investor

Aksi buyback biasanya jadi sentimen positif buat market. Kalau perusahaan berani beli sahamnya sendiri pakai duit setengah triliun, artinya mereka nganggep harga saham saat ini udah undervalued atau murah. Selain itu, langkah ini juga bisa ngurangin jumlah saham beredar, yang otomatis bikin Earnings Per Share atau EPS berpotensi lebih menarik.

Tapi ingat, lu tetap harus analisa sendiri pakai technical maupun fundamental analysis. Jangan cuma FOMO ikutan beli gara-gara dengar kata buyback. Sesuaikan sama profil risiko lu biar nggak nyangkut di pucuk.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x