Kinerja Saham UNVR Terbaru, Laba Bersih Naik Tapi Ada Yang Perlu Lu Tau
Buat lu yang pegang saham Unilever Indonesia atau UNVR, ada kabar baru nih soal laporan keuangan mereka. Kinerja kuartal ketiga tahun ini (3Q26) dan sembilan bulan pertama (9M26) udah keluar. Secara angka di atas kertas, kelihatannya hijau dan cakep. Tapi, lu tetep harus jeli baca isinya biar nggak salah langkah pas mau serok atau jualan.
Pendapatan Solid Berkat Volume Penjualan
Dari sisi top line, pendapatan UNVR bisa dibilang cukup solid bro. Pendapatannya tumbuh 7 persen secara YoY, baik di kuartal ketiga maupun selama sembilan bulan berjalan. Hebatnya, pertumbuhan ini hampir sepenuhnya didorong sama volume penjualan asli alias underlying volume growth yang naik sekitar 6 sampe 7 persen. Artinya, produk-produk mereka kayaknya masih laku keras di pasaran dan dibeli banyak orang.
Tapi, jangan senang dulu. Di balik naiknya pendapatan, ada masalah klasik yang bikin operasional mereka agak keteteran, yaitu harga bahan baku yang melonjak. Gara-gara ini, beban pokok pendapatan naik cukup tinggi sampai 24 persen di 3Q26. Alhasil, laba kotor mereka malah turun 9 persen di kuartal ini. Untung aja manajemen sigap ngelakuin efisiensi biaya operasional, terutama bujet marketing dan penjualan yang dipangkas 16 persen. Makanya, penurunan laba usaha nggak terlalu parah, cuma minus 4 persen aja.
Laba Bersih Naik 1,2 T Ditopang Jual Aset
Masuk ke bottom line, UNVR nyatet laba bersih Rp1,2 triliun pada 3Q26. Angka ini naik 4 persen secara tahunan dan melonjak 49 persen dibanding kuartal sebelumnya (QoQ). Kalau ditotal selama 9M26, laba bersihnya udah tembus Rp4,2 triliun atau naik 26 persen.
Nah, di sinilah lu harus cermat sebagai trader. Kalau laba bersih dari operasi yang dilanjutkan aja alias nggak ngitung profit dari divestasi atau penjualan aset, angkanya ada di kisaran Rp3,3 triliun atau tumbuh 11 persen. Lonjakan laba bersih kuartal ini juga dibantu sama pendapatan lain-lain sebesar Rp104 miliar dari pelepasan aset, ditambah beban keuangan yang berubah jadi pendapatan serta pajak yang lebih rendah.
Kesimpulannya, kenaikan laba bersih UNVR emang bagus, tapi sebagian didorong oleh faktor non-operasional kayak jual aset, bukan murni dari jualan sabun atau shampoo. Jadi, gimana nih lur, tetep mau hold atau mau cut loss aja? Selalu sesuaikan sama profil risiko lu ya.

