Berita Korporasi

Kinerja Saham PTBA Ngebut, Laba Bersih 9M26 Tembus Rp4,4 Triliun

Lu pada penasaran nggak sama kinerja emiten batu bara kesayangan kita? PT Bukit Asam Tbk dengan kode saham PTBA baru aja merilis laporan keuangan terbarunya. Hasilnya beneran di luar dugaan dan bikin senyum sumringah. Laba bersih mereka selama sembilan bulan pertama tahun 2026 atau 9M26 sukses nyentuh angka sekitar Rp4,4 triliun. Angka ini melonjak gila-gilaan sampai 217 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Laba Kuartal Ketiga Tertekan Pajak, Tapi Operasional Tetap Gahar

Kalau kita lihat khusus pada kuartal ketiga atau 3Q26, laba bersih PTBA ada di kisaran Rp1,8 triliun. Angka ini emang turun tipis 5 persen dibanding kuartal sebelumnya, tapi kalau dihitung secara tahunan masih meroket 214 persen. Penurunan secara kuartalan ini sebetulnya nggak ada masalah sama bisnis intinya. Beban pajak yang naik drastis jadi biang keladi kenapa laba bersihnya sedikit ketahan.

Secara operasional, bisnis PTBA justru makin menggila. Laba usaha pada 3Q26 naik jadi sekitar Rp2,3 triliun atau tumbuh 23 persen secara kuartalan. Margin laba usaha juga ikut terkerek naik ke level 17,2 persen. Semua ini terbantu berkat harga jual rata-rata atau ASP yang naik 7 persen dan volume penjualan yang ikut naik tipis.

Harga Batu Bara Masih Panas, Penjualan Terus Digeber

Kenaikan harga batu bara global masih jadi bahan bakar utama buat cuan PTBA. Rata-rata harga jual atau ASP mereka tercatat sekitar Rp1,2 juta per ton pada 3Q26. Kenaikan ini dipicu sama pasokan LNG yang makin ketat, konflik di Timur Tengah, plus permintaan batu bara yang biasanya naik pas mau masuk musim dingin. Walaupun naiknya mulai agak melandai dibanding kuartal sebelumnya, cuan yang masuk tetep tebel.

Sementara itu, volume penjualan PTBA pada 3Q26 ada di angka 11,1 juta ton. Kalau ditotal dari Januari sampe September 2026, volume penjualannya udah mencapai 32,2 juta ton. Angka ini udah nutup sekitar 65 persen dari target yang dipasang sama manajemen tahun ini.

Biaya Bahan Bakar Naik, Tapi Tertolong Efisiensi

Nggak dipungkiri, emiten tambang kayak PTBA pasti kena imej beban operasional yang makin berat. Biaya bahan bakar mereka selama 9M26 naik signifikan sampai 36 persen secara tahunan gara-gara ongkos tambang dan angkutan yang makin mahal.

Untungnya, manajemen PTBA nggak tinggal diam. Kenaikan biaya itu berhasil di-cover berkat harga jual yang tinggi dan penurunan rasio pengupasan tanah atau stripping ratio ke level 5,6x. Hasilnya, margin laba kotor selama 9M26 malah naik jadi 20,6 persen, jauh banget dibanding periode yang sama tahun lalu yang cuma 11,4 persen.

Kesimpulan

Gw nilai kinerja PTBA sepanjang tahun 2026 ini bener-bener solid dan berpotensi lewatin estimasi konsensus pasar. Angka 9M26 yang udah setara 83 persen dari target setahun penuh buktiin kalau emiten ini masih tangguh. Lu tinggal pantau aja nih pergerakan harganya, tapi tetep ingat buat waspada sama risiko kenaikan biaya bahan bakar ke depan.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x