Berita Korporasi

INCO Catat Laba US$43 Juta Tapi Masih Di Bawah Ekspektasi

Lu pada yang ngikutin saham tambang pasti tau kan emiten PT Vale Indonesia Tbk atau INCO? Belum lama ini mereka baru aja rilis laporan keuangan buat periode 9 bulan pertama. Biarpun keliatannya untung, tapi ada beberapa hal yang bikin para analis agak kurang puas sama kinerjanya.

Kinerja Keuangan INCO Periode 9M26

Masuk ke kuartal ketiga, INCO sebenarnya berhasil ngebukukan laba bersih sebesar US$43 juta. Kalau dibandingin sama kuartal sebelumnya emang turun sekitar 30 persen secara kuartalan. Tapi, kalau ditarik garis setahun ke belakang alias secara tahunan, laba bersih ini justru naik 57 persen.

Secara akumulasi selama sembilan bulan pertama alias 9M26, total laba bersih yang dikantongin udah nyampe US$43 juta atau naik tinggi 181 persen dibanding tahun lalu. Sayangnya, angka ini masih di bawah ekspektasi pasar karena cuma nyampe 66 persen dari estimasi konsensus buat sepanjang tahun 2026.

Penyebab Penurunan Laba Dan Beban Yang Naik

Kenapa labanya bisa dibilang agak melempem padahal naik? Jawabannya ada di harga jual dan biaya produksi yang makin boncos. Lu bisa lihat beberapa poin penting penyebabnya di bawah ini:

  • Harga Jual Nikel Turun: Harga rata-rata penjualan alias ASP buat nickel matte turun 5 persen jadi US$14.053 per ton gara-gara ngikutin harga nikel di bursa LME.
  • Cash Cost Membengkak: Biaya tunai produksi justru naik 4 persen jadi US$10.404 per ton. Angka ini udah ngelewatin target manajemen yang tadinya dipatok di bawah US$10.000 per ton, akibat harga bahan bakar high sulfur dan batu bara yang naik.
  • Pendapatan Bijih Nikel Drop: Pendapatan dari segmen bijih nikel anjlok 18 persen jadi US$70 juta. Padahal volume penjualannya naik 10 persen jadi 1,73 juta wmt.

Dampak Porsi Blok Pomalaa

Penurunan harga jual bijih nikel jadi US$40 per wmt dari sebelumnya US$54 per wmt bukan tanpa sebab. Porsi volume penjualan dari Blok Pomalaa melonjak drastis jadi 76 persen dari total keseluruhan, padahal kuartal sebelumnya cuma 32 persen. Blok ini diasumsikan lebih banyak ngasilin bijih jenis limonit yang harganya emang beda.

Buat lu yang megang saham INCO, laporan ini mesti dijadiin catatan penting. Jangan cuma lihat dari total labanya yang gede secara tahunan, tapi perhatiin juga beban operasional mereka yang makin ngelunjak. Tetap pantau pergerakannya dan atur strategi trading lu biar nggak salah langkah.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x