ASII: Laba Astra Agak Loyo di Awal!
Gengs, ada kabar terbaru nih dari Astra International alias ASII. Kemarin mereka udah laporin hasil kinerja keuangan buat kuartal kedua tahun 2026. Laba bersih ASII di Q2 2026 cuma Rp6,7 triliun. Ya, emang sih, kalo dibandingin tahun lalu di periode yang sama (YoY), itu turun 22%. Tapi lumayanlah, kalo dibandingin sama kuartal sebelumnya (QoQ) naik 14%. Jadi, total laba bersih ASII selama setengah tahun pertama (1H26) ini nyampe Rp12,5 triliun, turun 19% dari tahun lalu.
Meskipun laba setengah tahun ini baru sekitar 43% dari target yang diprediksi para analis buat setahun penuh, kita sih nggak perlu panik. Pasukan jamet optimis, kinerja ASII bakal ngegas lagi di paruh kedua tahun ini (2H26). Target laba bersih konsensus sekitar Rp29 triliun masih bisa banget dikejar!
UNTR Lagi Bapuk, Bikin ASII Agak Cemas
Nah, ini nih yang jadi biang kerok laba ASII agak ketahan. Anak usaha mereka di bidang pertambangan dan alat berat, yaitu United Tractors (UNTR), lagi nggak perform. Laba bersih UNTR di Q2 2026 cuma Rp199 miliar. Gila, itu anjlok 93% dari tahun lalu dan 51% dari kuartal sebelumnya! Total setengah tahun ini, UNTR cuma nyumbang laba Rp607 miliar, turun 88% dari tahun lalu. Bikin pusing kepala emang!
Pelemahan UNTR ini banyak sebabnya, bro. Operasional tambang emas Martabe belum balik normal, terus jatah produksi batubara juga lagi disunat. Belum lagi ada beban dadakan yang cukup gede sekitar Rp2,1 triliun. Itu mostly gara-gara masalah impairment di bisnis geothermal dan ada pembayaran buat bisnis nikel.
Otomotif dan Jasa Keuangan Masih Gaspol!
Tapi tenang aja, nggak semuanya bikin loyo kok! Segmen otomotif ASII masih perkasa banget. Laba bersihnya di Q2 2026 nyampe Rp3,5 triliun, naik 13% dari tahun lalu dan ngegas 50% dari kuartal sebelumnya. Setengah tahun ini, laba otomotif udah tembus Rp5,9 triliun, naik 9% dari tahun lalu. Ini didorong sama kontribusi dari entitas asosiasi dan JV mereka yang naik, terutama dari PT Astra Daihatsu Motor.
Nggak cuma otomotif, segmen jasa keuangan juga nggak mau kalah. Laba bersih mereka di Q2 2026 tembus Rp2,4 triliun, naik 7%. Jadi total setengah tahun udah Rp4,6 triliun, naik 6%. Ini berkat makin banyaknya orang yang ambil pembiayaan baru, naik 10% per Juni 2026 kemarin.
Bisnis ‘Lain-Lain’ Juga Ikut Nanjak Berkat CPO dan Properti
Mulai Q2 2026 ini, ASII ada perubahan dikit di laporan mereka. Bisnis-bisnis lain di luar otomotif, jasa keuangan, dan pertambangan/alat berat itu digabung jadi segmen ‘others’ atau ‘lain-lain’. Eh, nggak disangka, segmen ini malah bikin kejutan! Laba bersihnya naik gila-gilaan, 81% jadi Rp1,4 triliun di setengah tahun ini.
Kata manajemen ASII, kenaikan ini gara-gara dua hal: pertama, bisnis CPO (minyak kelapa sawit) yang harganya lagi bagus dan volume penjualannya juga naik. Kedua, bisnis properti mereka juga makin oke, apalagi setelah akuisisi warehouse baru yang langsung ngasih kontribusi.
Jadi, meskipun UNTR lagi ngasih PR gede, ASII masih punya banyak amunisi dari bisnis lain. Kita tunggu aja gebrakan ASII di paruh kedua nanti!

