Berita Korporasi

DEWA Gaskan Laba Bersih Tembus Rp262 Miliar di Kuartal Kedua

Lu pada yang megang saham emiten kontraktor pertambangan pasti senyum-senyum sendiri nih. Pasalnya, PT Darma Henwa Tbk dengan kode saham DEWA baru aja merilis laporan keuangan periode 2Q26 yang hasilnya bener-bener gak ngotak. Kinerja keuangannya melesat jauh dibanding periode sebelumnya.

Cuan Nanjak Berkat Investasi Saham dan Tarif Baru

Sepanjang kuartal kedua 2026, DEWA sukses meraup laba bersih sebesar Rp262 miliar. Angka ini gila banget karena melompat 182 persen secara kuartalan dan terbang 121 persen secara tahunan. Kalau ditotal dari awal tahun atau semester pertama 2026, laba bersihnya udah nyentuh Rp354 miliar.

Tapi lu jangan terkecoh dulu bro. Lonjakan laba bersih ini paling gede disumbang sama penyesuaian nilai wajar investasi saham senilai Rp229 miliar. Ada juga beban denda pinjaman bank yang sifatnya sekali bayar alias one off sebesar Rp46 miliar. Kalau dua faktor tadi dikesampingkan, sebetulnya core profit DEWA cenderung stabil secara kuartalan.

Di balik angka tadi, bisnis inti DEWA sebetulnya jalan mulus banget. Pendapatan naik 7 persen karena tarif pengerjaan terkerek naik 9 persen. Margin laba kotor juga pecah telur tembus level tertingginya sejak awal 2022 di angka 20,7 persen.

Transformasi Proyek Bengalon dan Prospek Semester Dua

Ada yang menarik nih dari operasional DEWA belakangan ini. Volume material yang dipindahkan emang sedikit turun tipis 1 persen secara kuartalan gara-gara pengerjaan subkontraktor ambruk. Tapi, pengerjaan internal justru naik ngebut sampai 14 persen.

Porsi pengerjaan internal sekarang melonjak jadi 89 persen. Hal ini terjadi karena DEWA udah mulai ngerjain proyek Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal secara penuh sejak Mei 2026 kemarin.

Kenapa Harus Peduli Sama DEWA Sekarang?

  • Pencapaian laba bersih paruh pertama tahun ini udah memenuhi sekitar 41 persen dari estimasi konsensus 2026.
  • EBITDA selama semester pertama juga udah naik 19 persen dan sejalan dengan target tahunan.
  • Momentum pertumbuhan di paruh kedua tahun 2026 diprediksi bakal jauh lebih solid.

Buat lu yang pengen cuan dari saham siklikal kayak gini, gerak-gerik DEWA wajib banget dipantau terus. Jangan sampai ketinggalan kereta waktu harganya bener-bener meledak.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x