DSSASiapNgegasdiProyekPLTS100GWp
Lu pada pasti udah tau kan kalau pemerintah lagi gencar banget ngebut program energi hijau. Nah, emiten jagoan kita PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau yang punya kode saham DSSA nggak mau ketinggalan kereta. Mereka siap tancap gas buat nyaplok peluang besar dari proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS berkapasitas raksasa sampai 100 GWp.
AndalkanPabrikModulSuryaKendal
Wakil Direktur Utama DSSA, Lokita Prasetya, ngasih bocoran kalau perusahaan mereka lewat anak usahanya udah ikut nimbrung dalam pembahasan proyek awal sebesar 4,5 GW. Artinya apa? DSSA serius banget mau ngeborong cuan dari proyek ambisius pemerintah yang ditargetkan beres dalam tiga tahun aja.
Buat dukung ambisi ini, DSSA punya senjata pamungkas yaitu PT Trina Mas Agra Indonesia. Pabrik modul surya yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah ini bahkan udah nelen investasi lebih dari Rp1,5 triliun dan resmi beroperasi sejak Juni 2025 kemarin. Jadi, urusan kapasitas produksi mah nggak usah diragukan lagi, udah matang banget buat perang di pasar energi surya.
KongsiMenterengdanBisnisSolarAtap
Buat lu yang penasaran siapa aja di balik layar PT Trina Mas Agra Indonesia, perusahaan ini bukan pemain sembarangan. Ini adalah hasil kongsi antara anak usaha DSSA, Trina Solar Co. Ltd, sama PT PLN Indonesia Power Renewables. Kolaborasi mentereng gini bikin posisi DSSA makin kuat di sektor energi terbarukan.
Nggak cuma berhenti di pabrik modul doang, DSSA juga main di sektor hilir lewat PT Daya Mas Agra Sejahtera. Mereka nawarin sistem tenaga surya atap buat sektor industri dan komersial pakai merek Dian Solar. Jadi dari hulu sampe hilir, bisnis energi hijau mereka udah kepegang semua.
KesimpulanBuatCuaners
Melihat langkah strategis DSSA yang agresif masuk ke ekosistem energi surya, saham yang satu ini layak banget masuk pantauan watchlist lu. Kalau pemerintah beneran bisa ngebut proyek 100 GWp sesuai target, bukan nggak mungkin cuan dari DSSA bakal ikut terbang tinggi. Tetap riset mandiri ya, jangan cuma ikutan FOMO.

