Catatan Jamet

Indonesia Rakit GPU AI Sendiri? Raia Grid, Arsari, ISAT, KETR

Heboh banget kan pas denger kabar Indonesia mau mulai merakit GPU AI sendiri. Ini bukan sembarang barang elektronik ya, tapi Graphics Processing Unit yang jadi otak utama buat kecerdasan buatan. Pemerintah koar-koar bilang ini langkah besar buat kedaulatan digital. Tapi tunggu dulu, kalau lu telusuri siapa dalang di balik proyek ini, baunya bukan cuma soal teknologi tapi kental banget sama aroma oligarki.

Proyek Jumbo, Pabrik Milik Siapa?

Fasilitas perakitan GPU AI ini ternyata nggak pake fasilitas BUMN atau startup lokal yang idealis. Pabriknya ada di PT Infra Fiber Teknologi atau dikenal sebagai Raia Grid. Perusahaan ini adalah joint venture antara Indosat dan Grup Arsari. Nah, lu pasti tau kan Grup Arsari itu punya siapa? Betul, punyanya Hashim Djojohadikusumo yang sekarang jadi Utusan Khusus Presiden.

Anaknya sendiri, Aryo Djojohadikusumo yang megang posisi CEO Arsari Group, udah ngumumin kalau akhir tahun ini mereka mulai ngerakit GPU Nvidia buat kebutuhan data center lokal. Nilai investasinya buat tahap awal sekitar 22 juta US Dollar. Emang sih keliatannya keren, tapi konglomerasi besar makin masuk ke jantung infrastruktur digital kita.

Katalis Buat Saham ISAT dan KETR

Buat kita yang sering mantengin layar saham, proyek begini tentu bawa sentimen tersendiri. Coba lu perhatiin emiten di bawah ini:

  • ISAT: Indosat makin mantap manggung di sektor AI dan data center. Kerjasama mereka sama Nvidia, Google, sampe Nokia bikin pendapatan dari lini AI Neocloud makin nyata kontribusinya. Proyek GPU ini jelas makin memperkuat posisi mereka.
  • KETR: Selain GPU, Raia Grid juga mau bangun kabel laut dengan modal hampir 200 juta US Dollar. Otomatis nama Ketrosden Triasmitra langsung kebayang di kepala. Mereka pemain lama urusan kabel laut dan punya kapal sendiri. Walau belum tentu dapet proyek langsung, industri yang ngebut pasti bikin mereka kecipratan berkah.

Kesimpulan Buat Investor Saham

Ambisi Indonesia di era AI emang patut diacungi jempol karena kita nggak mau cuma jadi penonton atau pasar doang. Belanja modal yang digelontorkan juga nunjukin seberapa serius mereka bangun infrastruktur digital.

Buat lu yang mau masuk, intinya simpel aja. ISAT dapet dorongan katalis AI yang makin konkret, sedangkan KETR ada di posisi strategis buat ngerasain gelombang investasi konektivitas. Tapi ingat bro, tetap perhatiin eksekusi di lapangan sama sentimen politisnya. Di pasar saham, koneksi politik kadang jadi berkah nomer wahid, tapi bisa juga jadi beban kalau proyeknya jalan setengah-setengah.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x