Langkah Demi Langkah Menghitung Harga Wajar Saham dengan Cara Termudah
Pernahkah kamu berpikir apa sih fungsinya tahu harga wajar sebuah saham? Apa itu harga wajar, dan bagaimana cara menghitungnya? Di …
Pernahkah kamu berpikir apa sih fungsinya tahu harga wajar sebuah saham? Apa itu harga wajar, dan bagaimana cara menghitungnya? Di …
Sektor perkapalan selalu menarik perhatian para investor, terutama ketika harus memilih antara dua emiten besar seperti TMAS dan SMDR. Kali …
Industri semen di Indonesia mengalami penurunan konsumsi yang tak terduga pada bulan Juni 2024. Penurunan ini melenceng dari tren pertumbuhan …
Sektor otomotif Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan meski dihadapkan pada angka penjualan yang lebih lemah di 1H24 dan 2Q24. Artikel …
Fokus Perusahaan Teknologi pada Profitabilitas Perusahaan teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI), terutama yang didominasi oleh BUKA dan GOTO, masih …
Apakah kamu pernah mendengar tentang Dividend Trap? Jika belum, yuk kita bahas lebih lanjut agar kamu tidak terjebak saat berinvestasi …
Investasi saham memang selalu penuh dengan risiko, dan penting bagi kita untuk selalu melakukan analisis sendiri sebelum memutuskan. Dalam artikel ini, kita akan membahas dua saham blue chip yang menarik untuk dipertimbangkan.
Value investing adalah filosofi investasi yang fokus pada membeli saham dengan harga yang lebih rendah dari nilai intrinsiknya. Konsep ini mirip dengan menawar harga misalnya saat membeli rumah, di mana investor mencari aset berkualitas dengan harga diskon.
Secara umum ada dua jenis saham yaitu saham cyclical dan non-cyclical. Saham cyclical adalah kumpulan saham yang bisnisnya sangat terpengaruh oleh siklus ekonomi seperti harga komoditas, suku bunga bank sentral, dan kondisi inflasi. Contohnya, saham komoditas, bank kecil-menengah, dan retail produk sekunder seperti baju, gadget, hingga otomotif. Sebaliknya, saham non-cyclical adalah saham dengan bisnis defensif yang tetap stabil walaupun ada perubahan siklus ekonomi.
Contrarian investing adalah strategi di mana investor mengambil posisi yang berlawanan dengan mayoritas pasar. Saat pasar takut dan harga saham turun, investor contrarian akan membeli saham dengan harga rendah. Sebaliknya, saat pasar optimis dan harga saham naik, mereka akan menjual untuk mengambil keuntungan.
Berinvestasi di saham yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi adalah strategi yang banyak diminati oleh para investor. Kali ini, saya akan membahas tiga saham di Bursa Efek Indonesia (IDX) yang menunjukkan prospek pertumbuhan signifikan. Yuk, kita simak ulasan lengkapnya!
Kali ini, kita akan membahas dua strategi investasi yang berbeda: portofolio terkonsentrasi dan portofolio terdiversifikasi. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mari kita bahas secara detail untuk menentukan mana yang lebih baik bagi kamu.
Sebagian besar orang yang mulai berinvestasi saham pertama kali membeli saham berdasarkan rekomendasi teman atau marketing sekuritas. Hasilnya? Mereka mengalami floating loss. Kenapa? Karena mereka belum punya plan!
Pernah dengar kalau kita bisa hidup dari dividen saham tanpa harus bekerja? Terdengar menarik, bukan? Tapi, ini bukan sembarang dividen dan bukan sembarang saham. Kita harus tahu cara memilih sahamnya, berapa modal awalnya, dan bagaimana cara mulainya. Yuk, kita bahas tiga cara untuk hidup dari dividen saham!