Kinerja Saham EMAS Terbaru, Masih Boncos Tapi Mulai Ngegas
Lu pada yang ngikutin saham pertambangan pasti penasaran kan sama kabar terbaru dari Merdeka Gold Resources dengan kode saham EMAS. Baru-baru ini mereka udah rilis laporan keuangan paruh pertama atau 1H26 beserta hasil earnings call. Biar nggak ketinggalan info, yuk intip gimana jeroan keuangan mereka sekarang.
Rugi Bersih Masih Ada, Tapi Laba Usaha Mulai Hijau
Buat 1H26 kemaren, EMAS masih harus catet rugi bersih sebesar US$ 14,9 juta. Emang keliatannya gede, tapi coba lu liat per kuartalnya. Pada kuartal kedua alias 2Q26, rugi bersih mereka berhasil susut jadi US$ 3,9 juta aja, jauh banget dibanding kuartal sebelumnya yang boncos US$ 10,9 juta.
Nggak cuma itu, yang bikin seru adalah EMAS akhirnya sukses cetak laba usaha US$ 10,1 juta di 2Q26 setelah sebelumnya boncos US$ 7,2 juta di 1Q26. Ini catatan laba usaha pertama mereka semenjak mulai produksi komersial Februari 2026 kemarin, dengan margin laba usaha tembus di angka 36 persen.
Gara-Gara Beban IPO Hong Kong dan Stok Emas
Kalo lu tanya kenapa masih rugi bersih padahal laba usahanya udah ciamik, jawabannya ada di beban lain-lain. Di 2Q26 ada beban one-off alias sekali bayar buat pencatatan saham alias IPO di Hong Kong sebesar US$ 7,3 juta. Coba kalau beban itu nggak dihitung, sebenarnya EMAS udah untung bersih US$ 3,3 juta.
Selain itu, lonjakan pendapatan jadi US$ 28,2 juta di 2Q26 didorong sama volume penjualan emas yang naik jadi 6.439 oz. Uniknya, dari data produksi dan penjualan, masih ada sekitar 10.457 oz emas yang belum terjual sampai akhir 1H26. Artinya, masih ada potensi cuan tersimpan buat kuartal berikutnya.
Target Produksi Paruh Kedua Bikin Optimis
Emang sih produksi emas 1H26 baru di angka 17.412 oz atau baru memenuhi sekitar 15 sampe 17 persen dari target tahun 2026 yang dipatok di kisaran 100 sampe 115 ribu oz. Tapi manajemen nggak pusing dan tetap pede target itu bakal tercapai.
Mereka ngebut target produksi sekitar 30 ribu oz di 3Q26 dan bakal meledak jadi sekitar 50 ribu oz di 4Q26. Caranya gimana? Manajemen nambah kapasitas crushing biar laju stacking bijih makin ngebut sampai 3 juta ton di 3Q26. Ditambah lagi, cash cost di luar royalti diprediksi bakal tetap aman di bawah US$ 1.000 per oz berkat armada baru.
Gimana bro, lu udah siap serok atau masih mau pantau pergerakan EMAS dulu nih?

