MYOR: Cuan Gede Dari Kurs, Tapi Operasionalnya Loyo? Gimana Nih, Bro!
Waduh, ada kabar dari MYOR, Mayora Indah, yang bikin kita garuk-garuk kepala nih. Denger-denger, laba bersih mereka buat kuartal dua tahun 2026 lumayan naik, sampe Rp764 M. Itu artinya naik 60% dibanding tahun lalu di periode yang sama. Tapi, begitu dibandingin sama kuartal sebelumnya, malah turun 19%.
Laba Bersih Nangkring Tinggi, Berkat Apa Nih?
Kalo dilihat-lihat, naiknya laba bersih ini bukan murni dari jualan produk mereka yang makin laku keras, bro. Sebagian besar, kira-kira Rp200 M, itu datang dari untung selisih kurs. Jadi, duit asing mereka yang diubah ke Rupiah malah jadi untung gede. Gila nggak tuh?
Makanya, total laba bersih mereka selama setengah tahun pertama 2026 udah nyampe Rp1,7 T. Ini sih udah naik 47% dibanding tahun lalu. Kalo kita itung-itung, angka segitu udah nutup 51% dari target laba setahun penuh menurut para analis. Kelihatan mantep banget kan di awal?
Operasionalnya Malah Di Bawah Ekspektasi
Nah, ini nih yang jadi masalahnya. Kalo kita ngomongin laba dari operasional mereka, alias dari hasil jualan dan produksi beneran, angka di setengah tahun pertama cuma Rp2 T. Memang sih, naik 28% dari tahun lalu, tapi cuma nutup 45% dari target laba operasional setahun penuh.
Kenapa ini dibilang di bawah ekspektasi? Soalnya, para analis mikir di paruh kedua tahun 2026 nanti, laba dari operasional ini bisa jadi melemah. Apalagi, prospek margin keuntungan mereka juga kemungkinan bakal lebih rendah. Jadi, yang kelihatan cuan dari laba bersih itu, ternyata ada “campur tangan” selisih kurs, bukan murni dari kekuatan bisnis intinya MYOR.
Pendapatan Gitu-Gitu Aja, Malah Meleset dari Target
Untuk pendapatan, atau penjualan, Mayora juga nunjukkin angka yang lumayan fluktuatif. Di kuartal dua tahun 2025, pendapatan mereka sempat naik 7% dibanding tahun lalu. Ini lumayan sih, apalagi setelah di kuartal satu tahun 2026 sempat turun 5%.
Tapi, kalo di total selama setengah tahun pertama 2026, pendapatan mereka cuma naik 1%. Bisa dibilang gitu-gitu aja, alias stagnan. Padahal, manajemen Mayora sendiri udah ngasih target pendapatan mereka bakal naik antara 5-8% di tahun 2026. Artinya, sampai sekarang mereka masih jauh dari target sendiri.
Jadi, meskipun laba bersih kelihatan oke banget, tapi lu perlu liat lebih dalem. Kalo cuma gara-gara untung kurs doang, apa iya bisnis intinya MYOR beneran sekuat itu? Pendapatan yang flat dan laba operasional yang di bawah ekspektasi ini yang patut kita perhatiin. Jangan sampe kejebak euphoria sesaat doang, bro!

