Catatan Jamet

Saham Penggilingan Padi

Lu pada pernah mikir nggak, dari sekitar 700 emiten yang udah ngerilis laporan keuangan Q2 2026, cuma ada tiga perusahaan yang labanya bisa ngalahin penggilingan padi? Ini beneran gokil dan di luar nalar kita sebagai retail trader. Bisnis gabah ternyata nggak bisa dipandang remeh, bos.

Raksasa BEI Lawan Tukang Giling Padi

Coba lu bandingin sendiri datanya. Bank Mandiri dengan kode saham BMRI rata-rata cuma ngeruk laba sekitar 5 triliun rupiah per bulan. Belum lagi Bank BCA alias BBCA yang dapet sekitar 4,9 triliun per bulan, terus Astra International atau ASII di angka 2,08 triliun per bulan. Kalau ternyata ada penggilingan padi yang bisa cuan sampai 2 triliun sebulan, dijamin bandar saham bakal pada antre mau ikutan nanem padi di sawah.

Selama ini kita kan bosen banget kalau porto isinya cuma saham bank mulu, perusahaan tambang, atau konglomerat batu bara. Padahal pasar modal kita butuh angin segar biar nggak gitu-gitu aja.

Saatnya Penggilingan Padi IPO

Sebagai bagian dari kaum jamet di bursa, gw mau ngusulin satu hal penting. Pemerintah harusnya dorong dan arahin seluruh penggilingan padi di Indonesia buat IPO masuk bursa saham. Masa kalah sama perusahaan hiburan artis yang kadang fundamentalnya bikin pusing?

Kita harus dukung pergerakan ini biar makin banyak variasi saham yang nggak jelas tapi seru di bursa kita. Toh, dunia investasi Indonesia itu yang penting kuantitasnya, bukan cuma kualitas doang, kan?

Salam Fundamental

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x