Short Sell di Bursa Indonesia Aktif 15 September
Wah parah nih bro. Short selling di bursa resmi aktif tanggal 15 September kemarin. Tapi masalahnya, daftar saham yang bisa di-short baru keluar tanggal 28 September. Aktif duluan tapi belum bisa dipake, gimana sih konsepnya. Ibarat kita masuk restoran, lampu udah nyala dan pelayan udah siap, tapi pas mau lihat menu dibilang kalau menunya masih diprint.
Kronologi Kebut-Kebutan Ala Proyek Kilat
Keberadaan mekanisme short selling ini emang udah banyak wacana dan beberapa kali ditunda. Surat dari OJK keluar tanggal 9 September, terus pengumuman BEI tanggal 14 September, lalu efektif tanggal 15 September. Kebut-kebutan menjelang hari H kayak proyek seminggu sebelum deadline yang bikin orang kalang kabut.
Gue nggak bilang ini pasti bermasalah. Bisa aja ini cuma proses administratif dan operasionalnya emang udah siap. Tapi yang bikin gw was-was, short selling ini bukan mainan bocil bursa. Di market yang likuiditasnya bagus dan pengawasannya ketat, short selling bisa menyempurnakan price discovery. Tapi kalau di market yang sistemnya masih banyak celah, ini gampang banget dieksploitasi.
Siapa Yang Paling Siap Main Short Sell
Jelas yang paling siap memanfaatkan ya pihak-pihak yang punya modal lebih, akses lebih, serta kemampuan dan kapasitas lebih. Bukan kita-kita yang baru belajar baca chart sambil deg-degan nunggu porto hijau.
Di bursa Amerika yang levelnya udah jauh di atas kita, short selling masih sering jadi sumber drama. Topik seputar naked short selling sampai failure to deliver terus muncul dari tahun ke tahun. Saham bisa dijual terus-menerus sampe jumlahnya melebihi saham beredar, terus settlement-nya nggak jelas gara-gara manfaatin loophole tertentu.
Risiko Nyata Buat Investor Ritel Dan Emiten
Hasilnya apa? Tekanan harga jual jadi gak selalu mencerminkan fundamental. Investor ritel cuma jadi penonton kebingungan, sementara yang posisi long atau hold sahamnya cuma bisa gigit jari. Kalau di sana aja kadang masih jadi masalah, di sini pastinya perlu diwaspadain lebih serius.
Mekanisme short selling kalau disalahgunakan bakal kena bukan cuma ke ritel:
- Emiten: Bisa kena tekanan jual yang mungkin gak seharusnya lewat predatory short selling atau cellar boxing.
- Bandar: Kalau biasa bandar cuma bisa bikin harga saham terbang, sekarang mereka makin kuat guyur saham sampe harga jatoh dan perusahaannya bangkrut jadi sampah.
- Broker: Bisa rugi banyak kalau kurang disiplin dan manajemen risikonya amburadul.
- Market: Jelas bikin pergerakan saham makin volatil dan liar.
Ini cuma pandangan gw pribadi, bisa aja gw salah. Tapi yang pasti gw punya harapan besar. Kalau emang mau upgrade bursa kita, ya upgrade sekalian pengaturan dan pengawasannya. Jangan sampai mekanisme short selling masuk tapi celah penyalahgunaannya masih banyak. Bukannya bursa jadi maju, malah bikin drama short selling rasa kearifan lokal dengan pemain yang itu-itu aja. Pantau terus porto lu jangan sampe ambruk.
