Inflasi AS Lemes, Suku Bunga The Fed Bakal Ditahan?
Lu pada yang demen mantengin market pasti tau kan kalau data ekonomi Amerika Serikat itu ngaruh banget ke portofolio kita? Nah, baru aja ada kabar penting nih soal inflasi AS yang ternyata nggak seseram yang dibayangin orang-orang.
Data Inflasi PCE Inti AS Periode Agustus 2026
Biro analisis ekonomi AS baru aja rilis data inflasi indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti atau yang biasa disebut core PCE buat bulan Agustus 2026. Hasilnya? Inflasi tahunannya ada di angka 3 persen YoY. Angka ini lumayan adem karena di bawah ekspektasi konsensus yang tadinya ngira bakal nembus 3,3 persen.
Nggak cuma itu bro, data bulan Juli 2026 juga ikutan direvisi turun dari 3,3 persen jadi 3 persen YoY. Kalau dilihat secara bulanan atau MoM, inflasi PCE inti Agustus kemarin naik tipis di 0,2 persen, lebih rendah juga dari perkiraan pasar yang di angka 0,3 persen. Intinya, inflasi di sana lagi adem ayem dan nggak ngegas kayak sebelumnya.
Nasib Suku Bunga The Fed Bulan Oktober
Lu pada wajib tau, data inflasi PCE inti ini kan jadi acuan utamanya The Fed buat nentuin suku bunga. Meskipun angka bulan Agustus kemarin masih di atas target ideal mereka yang di angka 2 persen, faktanya inflasi ini udah melandai dari ekspektasi.
Efek langsungnya apa buat market? Berdasarkan alat pantau CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed bakal nahan suku bunga di kisaran 3,75 sampai 4 persen pada pertemuan Oktober 2026 nanti langsung melonjak drastis jadi 61,8 persen. Padahal seminggu lalu angkanya cuma 29,1 persen doang.
Buat kita para trader ritel, sentimen kayak gini tentu jadi angin segar. Kalau bank sentral AS nggak jadi agresif naikin suku bunga, pelarian modal asing dari IHSG kemungkinan bisa tertahan dan portofolio lu bisa ijo lagi. Tetap pantau pergerakan market dan jangan FOMO ya bro!
