Kabar Pasar

Inflasi September 2026 Naik Tipis, Portofolio Saham Lu Aman Nggak Nih

Woy, balik lagi kita bahas kondisi ekonomi terbaru yang bakal pengaruhi portofolio saham lu semua. Badan Pusat Statistik atau BPS baru aja rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen atau IHK untuk bulan September 2026. Buat lu yang hobi scalping atau swing trade, data makro kayak gini penting banget buat dipantau biar nggak salah langkah pas open position.

Rincian Angka Inflasi September 2026

Berdasarkan data terbaru dari BPS, inflasi tahunan kita alias YoY pada September 2026 kemarin naik ke level 3,28 persen. Angka ini naik tipis dibanding bulan Agustus 2026 yang ada di level 3,19 persen YoY. Tapi tenang aja, angka ini masih sejalan sama ekspektasi konsensus pasar yang megang di kisaran 3,3 persen YoY.

Selain itu, inflasi tahunan ini juga masih aman di dalam target Bank Indonesia untuk tahun 2026 yang dipatok pada kisaran 2,5 plus minus 1 persen. Jadi, BI kemungkinan besar bakal santai dulu dan belum bakal bikin kebijakan yang bikin pasar saham panik.

Penyebab Utama Inflasi Bulanan

Kalau kita lihat secara bulanan atau MoM, Indonesia catat inflasi IHK sebesar 0,3 persen pada September 2026. Angka ini naik sedikit dari bulan Agustus 2026 yang cuma 0,21 persen MoM, dan lagi-lagi masih nggak jauh beda dari estimasi konsensus di 0,33 persen MoM.

Usut punya usut, biang keladi di balik kenaikan inflasi bulanan ini masih dari kelompok pengeluaran langganan kita, yaitu makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini kasih andil inflasi paling gede, yakni 0,26 percentage point. Barang-barang dapur yang bikin harga naik antara lain:

  • Cabai rawit dan cabai merah yang harganya makin pedas di pasar
  • Daging ayam ras yang ikut merangkak naik
  • Beras yang jadi kebutuhan pokok utama
  • Telur ayam ras dan ikan segar

Kabar Baik Dari Inflasi Inti

Di tengah kenaikan harga pangan tadi, ada satu kabar yang lumayan bikin lega. Inflasi inti kita justru turun ke level 2,84 persen YoY pada September 2026. Angka ini lebih rendah dibanding bulan Agustus 2026 yang sempat di 2,84 persen YoY, bahkan lebih rendah dari ekspektasi konsensus yang ngira bakal di angka 2,9 persen YoY.

Artinya apa buat kita anak saham? Daya beli masyarakat buat barang selain pangan pokok masih relatif stabil dan nggak ada lonjakan permintaan yang berlebihan. Buat lu yang pegang saham ritel atau consumer goods, data inflasi inti ini bisa jadi sinyal positif buat tetep hold saham incaran lu tanpa perlu cut loss gegabah.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x