ENRG Nyaplok Saham Migas AS, Bakal To The Moon Nggak Nih?
Lu pada sadar nggak kalau emiten energi lokal kita lagi bikin gebrakan gila? PT Energi Mega Persada Tbk atau yang biasa lu pantau dengan ticker ENRG resmi gabung konsorsium bareng Danantara Investment Management buat investasi jumbo di perusahaan migas asal Amerika Serikat, HighPeak Energy Inc (Nasdaq: HPK). Nggak main-main, duit yang digelontorkan tembus US$450 juta atau sekitar Rp8,1 triliun!
Rincian Aksi Korporasi ENRG dan Danantara
Buat lu yang doyan ngulikfundamental, investasi ini berbentuk saham preferen. Jadi, mari kita bedah pelan-pelan isi perjanjiannya supaya portofolio lu nggak salah langkah:
- ENRG merogoh kocek US$200 juta atau sekitar Rp3,6 triliun dari kantong sendiri.
- Danantara menyetor porsi lebih gede, yakni US$250 juta atau sekitar Rp4,5 triliun.
- Saham preferen ini ngasih dividen tunai kumulatif 6 persen per tahun yang dibayar kuartalan.
- Ada opsi konversi kapan saja jadi saham biasa di harga US$9,5 per saham.
- Setelah tahun ketiga, HighPeak Energy berhak nebus balik sahamnya dengan tingkat imbal hasil atau IRR 10 persen buat ENRG dan Danantara.
Tujuan mereka masuk ke HighPeak jelas bukan cuma numpang lewat. Buat ENRG, langkah ini masuk dalam strategi ekspansi global buat ngeraup alih teknologi dan standar operasional hulu migas kelas Amerika Utara. Sementara itu, Danantara ngincer akses langsung ke Permian Basin, wilayah penghasil minyak paling brutal dan terbesar di AS.
Buat Apa Duit Sebanyak Itu?
Mungkin lu mikir buat apa HighPeak dapet duit segitu banyak. Jadi, selain dapet suntikan segar dari konsorsium Indonesia, HighPeak juga narik fasilitas kredit reserve-based lending dari Citibank dan Fifth Third Bank senilai US$800 juta.
Gabungan dana segar dari Danantara, ENRG, dan utang bank tadi bakal dipake buat melunasi utang lama mereka yang besarnya hampir US$1,2 miliar. Biar secara finansial mereka jadi lebih sehat dan fokus ngebut produksi.
Kinerja Keuangan HighPeak Energy
Sebelum lu FOMO, kenali dulu jeroan si HighPeak ini. Perusahaan migas yang berbasis di Midland Basin, West Texas ini punya volume penjualan harian rata-rata di kisaran 45.456 BOEPD pada paruh pertama 2026. Dari sisi cuan, laba usahanya tercatat sebesar US$116 juta atau sekitar Rp2,1 triliun. Walaupun sempat turun tipis 13 persen secara tahunan, aset mereka di tanah Amerika tetap keliatan seksi banget buat dijajah emiten kita.
Sentimen Danantara Makin Panas
Gerakan Danantara akhir-akhir ini emang lagi agresif banget ke emiten dalam negeri. Sebelumnya, sekitar sebulan lalu, VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) juga udah teken kerja sama pendanaan indikatif sampai Rp2 triliun buat ngebutin pengadaan bus dan truk listrik.
Masuknya ENRG ke kancah internasional lewat dukungan dana jumbo ini tentu jadi sinyal positif buat market kita. Apakah aksi korporasi lintas negara ini bakal bikin pergerakan sahamnya terbang tinggi? Pantau terus bro, jangan sampai ketinggalan kereta!

