Kinerja Saham SMGR Sembilan Bulan 2026: Volume Naik Tapi Market Share Malah Nyungsep
Lu pada yang megang saham SMGR pasti lagi mikir, ini barang sebenernya mau dibawa ke mana. Secara angka, PT Semen Indonesia Tbk sebenarnya masih nyatet pertumbuhan positif untuk periode sembilan bulan pertama tahun 2026 atau 9M26. Tapi kalau ditelisik lebih dalam, ada beberapa catatan penting yang bikin dahi berkerut.
September Sempat Drop, Tapi Akumulasi 9M26 Masih Hijau
Kalau kita lihat performa bulanan, khususnya di September 2026, volume penjualan SMGR sempat ambles minus 12 persen secara tahunan atau YoY. Angka ini jelas bukan berita bagus buat jangka pendek. Tapi untungnya, kalau ditarik dari Januari sampai September 2026, total volume penjualan masih mampu tumbuh plus 2 persen YoY. Jauh lebih baik ketimbang periode yang sama tahun lalu di 9M25 yang sempat minus 2 persen.
Pasar Domestik Masih Ngebul, Tapi Kalah Cepat Sama Industri
Buat urusan kandang sendiri alias pasar domestik, volume penjualan SMGR sebenarnya naik plus 4 persen YoY selama 9M26. Ini lumayan banget buat ngobatin luka tahun lalu yang sempat drop minus 6 persen. Masalahnya, pertumbuhan domestik si SMGR ini masih kalah kenceng dibandingin pertumbuhan volume seindustri secara keseluruhan. Akibatnya, hukum alam berlaku: market share SMGR di periode 9M26 ini harus rela turun ke kisaran 46 persen, padahal tahun lalu masih nongkrong di angka 48 persen.
Ekspor Lemes, Segmen Kantong dan Curah Masih Aman
Gimana dengan urusan luar negeri? Nah, ini bagian yang agak bapernya. Volume penjualan non domestik alias ekspor SMGR malah turun minus 8 persen YoY. Beda banget sama 9M25 yang sempat ngebut di plus 18 persen. Biang keladinya ada di lemahnya ekspor dari fasilitas Indonesia yang ambles minus 17 persen YoY.
Untungnya, dari sisi produk, segmen kantong alias bag masih bisa diandalkan dengan pertumbuhan plus 5 persen YoY selama 9M26. Sementara itu, semen curah atau bulk juga nggak mau kalah dan ikut tumbuh plus 3 persen YoY.
Kesimpulan Buat Trader dan Investor
Intinya, fundamental SMGR di 9M26 ini ibarat buah simalakama. Volume secara akumulasi emang masih naik dan pasar domestik masih jalan, tapi pangsa pasar yang tergerus gara-gara kalah saing sama industri dan loyonya ekspor bikin kita harus ekstra waspada.
Buat lu yang nyangkut atau lagi ngincer saham ini, jangan cuma lihat naiknya volume doang. Perhatiin juga gimana cara manajemen ngebut di sisa tahun ini biar market share nggak makin tergerus kompetitor. Tetap disiplin atur rem tangan dan jangan FOMO.

