Inspirasi Investasi

Sikat Saham Dividen Jumbo Pas Lagi Koreksi

Pasar saham lagi nggak baik-baik aja, tapi buat kita para pemburu cuan, koreksi begini justru jadi momen paling pas buat ngeborong saham. Kenapa? Karena pas harga turun, potensi dividend yield otomatis bakal naik jadi lebih tinggi.

Tapi ingat, lu jangan asal telan mentah-mentah angka yield yang keliatan jumbo. Gw saranin lu cek dulu kemampuan laba dan arus kas perusahaannya supaya nggak kejebak dividend trap yang malah bikin portofolio lu berdarah-darah.

Daftar Saham Pilihan Dengan Potensi Dividen Sekitar 10 Persen Lebih

Berikut adalah beberapa emiten yang punya potensi bagi-bagi dividen tebal di tengah tekanan pasar saat ini beserta ulasan singkatnya.

Saham DMAS

PT Puridelta Lestari Tbk (DMAS) udah pasang jadwal mau tebar dividen interim sebesar Rp29 per saham. Berdasarkan harga terkininya di angka Rp204, cuan dividen yang bisa lu dapatkan bisa nyampe 14,22 persen.

Jadwal pembayarannya di tanggal 13 November 2026 dengan cum date pasar reguler pada 28 Oktober 2026. Dividen ini diambil hampir 94 persen dari laba bersih mereka sampai September 2026 yang terbang tinggi 284 persen secara tahunan jadi Rp1,49 triliun, berkat laris manisnya penjualan lahan industri buat data center.

Walau terkenal sangat royal bagi dividen dengan payout ratio sering di atas 100 persen, lu tetep harus hati-hati karena bisnis lahan industri punya sifat siklikal. Penjualan ngebut di semester satu belum tentu bakal terulang di semester berikutnya.

Saham BBRI dan BMRI

Dua bank pelat merah ini memang nggak pernah absen dari daftar incaran pemburu dividen. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sama-sama ngalamin penurunan harga saham yang lumayan dalam sejak awal tahun, masing-masing hampir 24 persen dan 30 persen.

Penurunan harga ini bikin potensi dividend yield mereka makin menggiurkan di kisaran 11 persen lebih. Meskipun proyeksi payout ratio tahun ini mungkin bakal sedikit lebih konservatif karena ada arahan OJK buat perkuat modal dan teknologi IT, fundamental kedua bank ini masih sangat solid buat jangka panjang.

Tapi lu juga wajib pantau risiko seperti kualitas kredit UMKM, beban biaya operasional, serta sentimen asing jika ada perubahan status indeks global.

Saham HMSP dan UNVR

Buat emiten konsumer seperti PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Unilever Tbk (UNVR), tradisi bagi-bagi dividen dengan payout ratio jumbo udah berjalan bertahun-tahun.

HMSP diuntungkan sama kebijakan cukai yang relatif stabil, sedangkan UNVR seringkali ketiban durian runtuh dari aksi divestasi aset yang berujung pada pembagian dividen spesial buat pemegang saham.

Kendati demikian, tantangan bisnis inti mereka cukup berat karena ruang pertumbuhan yang terbatas. Jadi, lu jangan cuma silau sama dividennya aja, tapi perhatikan juga kelangsungan bisnis mereka ke depan.

Strategi Beli dan Cara Aman Menghindari Dividend Trap

Nggak ada gunanya lu ngejar dividen tinggi kalau ujung-ujungnya modal pokok lu gerus turun tajam. Makanya, lu perlu pakai strategi yang bener supaya investasi lu aman.

1. Tentukan Alokasi Modal Sejak Awal

Jangan pakai semua uang lu buat satu saham aja. Bagi modal lu secara bijak antara sektor perbankan dan emiten non-bank buat diversifikasi risiko.

2. Cicil Pembelian Secara Bertahap

Gunakan strategi dollar cost averaging atau cicil beli pelan-pelan di area harga yang menarik. Kalau harga turun lagi tapi fundamental perusahaan masih bagus, lu bisa akumulasi lagi sesuai rencana.

3. Pasang Target Keuntungan

Kalau harga saham lu naik kenceng banget sampai capital gain yang lu dapat udah setara sama akumulasi dividen beberapa tahun ke depan, lu boleh banget ambil untung sebagian.

4. Evaluasi Fundamental Secara Berkala

Fokus utama lu harus tetap ke kinerja perusahaan. Kalau laba turun drastis, utang numpuk, atau arus kas melemah, itu tanda buat lu keluar dari saham tersebut sebelum terlambat.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x