CENT Dapat Utang Jumbo Rp12,5 Triliun Buat Bayar Utang Lama
Buat lu yang lagi pantengin gerak-gerik emiten menara telekomunikasi, ada kabar gombrang nih dari Centratama Telekomunikasi Indonesia dengan kode saham CENT. Perusahaan ini bareng empat anak usahanya baru aja dapet fasilitas kredit sindikasi dengan nilai yang nggak main-main, tembus sekitar Rp12,5 triliun dari 14 bank sekaligus.
Rincian Utang Baru CENT
Nominal jumbo itu dibagi jadi dua jenis mata uang biar makin sedap dipandang. Ada fasilitas dalam bentuk Rupiah senilai kurang lebih Rp3 triliun, terus ditambah lagi sama fasilitas Dolar AS senilai sekitar USD527,3 juta yang kalau dirupiahin setara sama Rp9,5 triliun.
Gede banget kan? Makanya duit sebanyak itu nggak bakal dipake buat foya-foya atau nongkrong di cafe hits. Manajemen CENT udah nyiapin rencana jelas buat aliran dana segar ini.
Buat Apa Sih Duit Sebanyak Itu?
Kalau lu mikir duitnya bakal buat ekspansi jor-joran, lu kurang tepat. Berdasarkan keterbukaan informasi, suntikan utang sindikasi ini bakal dipakai buat:
- Melunasi seluruh pinjaman lama berdasarkan perjanjian fasilitas tanggal 8 Maret 2022.
- Bayar semua biaya yang terkait sama proses pinjaman ini.
- Bayar breakage fee gara-gara pengakhiran rollover hedge di anak usaha mereka, PT Centratama Menara Indonesia.
Sayangnya, sampai berita ini ditulis, pihak CENT masih nutup rapat alias belum merinci soal tenor, bunga, sampai jaminan dari fasilitas kredit baru tersebut. Jadi kita tunggu aja update selanjutnya dari mereka.
Catatan Buat Trader
Aksi korporasi cari utang jumbo buat bayar utang lama alias refinancing ini sebenarnya langkah lumrah buat perusahaan infrastruktur kayak CENT supaya beban keuangannya bisa lebih sehat ke depannya. Buat lu yang pegang sahamnya, coba dianalisis lagi, apakah aksi ini bakal bikin fundamental CENT makin ngebut atau malah bikin deg-degan. Tetap do your own research dan jangan FOMO ya bro.

