Catatan Jamet

CIO Danantara Konflik Kepentingan?

Pasar saham Indonesia lagi-lagi bikin ulah yang sorotannya langsung dari kancah global. Kali ini beritanya soal si Pandu, Chief Investment Officer alias CIO Danantara yang lagi panas dibahas. Lo semua pasti udah pada dengar kan gimana dia sibuk mondar-mandir ke Bangkok sampai New York buat meeting dan nego sama MSCI.

Dia ngedukung banget wacana perbaikan pasar saham kita biar makin dilirik asing. Keliatannya sih keren ya, niatnya mau benerin bursa kita. Tapi masalahnya, di balik aksi heroik itu, tersimpan cerita lain yang bikin alis investor pada keangkat.

Punya Saham di Sekuritas Kena Sanksi OJK

Usut punya usut, si Pandu ini ternyata pegang kepemilikan sebesar 27,5 persen di Supra Sekuritas. Nah, sekuritas yang satu ini bukan pemain sembarangan tapi dalam arti yang negatif. Supra Sekuritas sempat kena sanksi dari OJK gara-gara kasus manipulasi pasar.

Modusnya dibilang ngegoreng saham DSSA dengan nilai transaksi yang nggak ngotak, tembus lebih dari 60 triliun rupiah. Di satu sisi dia koar-koar dorong transparansi pasar modal di depan investor asing, tapi di sisi lain dia sendiri punya afiliasi sama pemain yang diduga nyemenin pasar. Ponakannya opung mah bebas ya.

Klarifikasi Pihak Pandu dan Reaksi Pasar

Meskipun jadi sorotan tajam di mata internasional karena dugaan kuat konflik kepentingan, sampai detik ini belum ada tuduhan pelanggaran hukum resmi yang dialamatkan ke dia. Juru bicara pihak Pandu juga udah ngasih pembelaan.

Mereka bilang kalau kepemilikan saham di Supra Sekuritas itu sifatnya cuma pasif. Pandu diklaim nggak pernah ikut campur urusan operasional atau aktivitas trading perusahaan itu. Bisnis dia juga dibilang banyak banget di sektor lain, jadi porsi di Supra ini terbilang kecil aja.

Gimana Nasib IHSG Kita

Gimana nih menurut lu sebagai trader ritel yang tiap hari mantengin layar. Apakah drama begini bakal bikin investor asing makin krisis kepercayaan sama bursa kita. Kalau asing pada kabur, wah yang bakal kena mental ya kita-kita juga tel.

Apalagi ini udah masuk Q3 dan laporan kinerja Danantara buat tahun 2025 masih ditungguin pasar. Mending lu siap-siap atur strategi porto biar nggak nyangkut di pucuk. Pantau terus pergerakannya jangan sampai ketinggalan berita.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x