Saham ADRO Makin Gacor, Laba Bersih Tembus US$207 Juta di 3Q26
Lu pada yang pegang saham ADRO atau Alamtri Resources Indonesia Tbk pasti lagi senyum-senyum sendiri nih. Pasalnya, emiten jagoan kita ini baru saja merilis laporan keuangan yang hasilnya bener-bener di luar nalar alias gacor banget buat ukuran kuartal ketiga tahun 2026 ini.
Kinerja Keuangan ADRO Meroket Bikin Kaget
Berdasarkan data terbaru, ADRO sukses mencetak laba bersih sebesar US$207 juta pada kuartal 3 tahun 2026. Angka ini naik 14 persen kalau dibandingin sama kuartal sebelumnya, dan meroket tajam 64 persen secara tahunan. Biar lu pada nggak penasaran, total laba bersih selama sembilan bulan pertama 2026 bahkan udah mencapai US$207 juta plus US$300 sekian alias totalnya US$517 juta atau naik 71 persen secara YoY.
Pencapaian ini bener-bener di luar dugaan karena udah setara dengan 83 persen dari estimasi konsensus untuk tahun 2026 secara penuh. Jadi, nggak heran kalau banyak trader mulai melirik saham ini buat porto mereka.
Penyelamat Portofolio Datang dari Segmen Aluminium
Meskipun ada sedikit drama di bisnis pertambangan batubara, segmen aluminium justru jadi pahlawan kesiangan yang bikin laba ADRO melonjak drastis. Laba setelah pajak dari segmen aluminium mendadak berbalik untung jadi US$139 juta. Padahal di kuartal sebelumnya masih boncos rugi US$45 juta.
Lonjakan ini gara-gara penjualan perdana yang nggak tanggung-tanggung, tembus di angka 146 ribu ton. Hasil manis ini lebih dari cukup buat nutupin penurunan laba dari segmen mining biasa.
Kendala Logistik Batubara dan Kabar Baik Jasa Pertambangan
Ngomongin soal segmen mining alias penambangan, labanya memang sempat turun jadi US$52 juta atau anjlok 54 persen secara kuartalan. Penyebab utamanya klasik, yaitu volume penjualan coking coal yang ambles 57 persen jadi 0,72 juta ton karena masalah logistik akibat debit air sungai yang surut gara-gara El Nino.
Tapi untungnya, hal itu tertutupi sama performa segmen mining services yang makin solid. Laba setelah pajak dari jasa pertambangan ini naik jadi US$73 juta atau tumbuh 16 persen secara QoQ. Volume overburden juga ikut naik 4 persen, sementara biaya bahan pendukung alias consumables masih aman terkendali di kisaran US$19 juta.
Prospek Cerah Sisa Tahun 2026
Buat lu yang pengen masuk atau nambah muatan, produksi aluminium ADRO selama 9M26 udah nyampe 249 ribu ton dengan sisa stok sekitar 103 ribu ton. Target penjualan sebanyak 320 ribu ton di tahun 2026 ini dijamin bakal tembus mulus, karena mereka tinggal ngebut jualan sekitar 174 ribu ton lagi di kuartal keempat nanti. Pokoknya, pantau terus pergerakan saham ADRO jangan sampe ketinggalan kereta.

