Catatan Jamet

ADMR Laporan Keuangan Q2 Gak Sesuai Harapan?

Laporan keuangan Q2 ADMR udah keluar dan banyak yang kecewa karena labanya dikira bakal meledak tapi ternyata biasa aja. Pendapatan sama laba emang naik, tapi nggak seheboh itu. Menurut gw, hasil ini masih masuk akal karena smelter aluminium mereka baru banget jalan dan masih masa ramp-up, jadi belum produksi full.

Transformasi Besar Menuju Logam Hijau

Buat gw pribadi, hal paling menarik dari ADMR bukan cuma urusan batubara lagi, tapi transformasi mereka ke segmen aluminium lewat anak usahanya yaitu Kalimantan Aluminium Industry atau KAI. Proyek ini bikin ADMR berubah arah jadi pemain diversified metal yang serius. Pengiriman komersial dijadwalkan mulai Juni 2026 dengan target produksi sampai 500 ribu ton aluminium per tahun, sedangkan tahun ini aja diproyeksi bisa tembus sekitar 300 ribu ton.

Kontribusi dari segmen aluminium ini nggak main-main. Tahun ini, penjualannya diperkirakan bisa nyentuh angka 16 triliun rupiah atau sekitar 44 persen dari total pendapatan. Kalau semua berjalan sesuai rencana, pendapatan ADMR tahun ini bisa dua kali lipat lebih dibanding tahun lalu. Fakta menariknya, total aset ADMR juga udah meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding periode sebelumnya.

Kunci Pertumbuhan di Semester Kedua

Kalau lu perhatiin, stok persediaan aluminium ADMR saat ini lagi banyak-banyaknya. Artinya, tumpukan stok inilah yang harus mulai dilepas jadi penjualan nyata di Q3 dan Q4 supaya target perusahaan tercapai. Jadi, kalau boleh dibilang, Q2 kemarin itu cuma fase pemanasan doang dan mereka belom gas pol.

Situasi makro di pasar global juga lagi mendukung karena pasar aluminium masih mengalami defisit. Otomatis, produk dari ADMR punya peluang besar buat diserap pasar dengan mudah, ditambah bisnis batu bara metalurgi mereka juga masih tangguh buat jangka menengah.

Kesimpulan Buat Saham ADMR

Sebagai investor, gw nggak mau cuma ngeriwayatin laba yang keliatan hari ini. Gw lebih milih mantau seberapa cepet proses ramp-up smelternya, kapan persediaan itu berubah jadi duit penjualan, dan gimana bentuk marginnya nanti. Kalau semua lancar, gw liat ada potensi harga ADMR bisa balik lagi ke level 2000-an.

Tapi lu tetep harus ingat risikonya. Kalau proses commissioning molor, biaya operasional bengkak, atau harga komoditas global mendadak nyungsep, portofolio lu bisa ambyar juga. Tetap riset mandiri ya, jangan cuma ikutan fomo.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x